RADAR JOGJA - Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) berupaya mengurangi sampah dengan diet plastik. Ide ini terlihat sepele namun berdampak sangat besar. Apalagi jumlah seluruh siswa mencapai 800 orang, belum termasuk tenaga pengajar dan staf sekolah.
"Kami sosialisasikan kepada siswa-siswi untuk mengurangi penggunaan sampah plastik utamanya di lingkungan madrasah," ujar Kepala Madrasah Syamsul Huda Rabu (23/8/23).
Seluruh civitas MAN 3 Bantul diwajibkan membawa peralatan makan dan minum sendiri dari rumah. Kemudian disarankan membeli makanan di koperasi maupun kantin sekolah menggunakan wadah yang dibawa masing-masing.
Pengurangan sampah seharusnya memang dimulai dari hulu. Yakni dengan penerapan gaya hidup minimalis dan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.
Apabila 800 orang serentak berpikir menggunakan wadah makan sendiri, maka akan mengurangi ratusan bungkus makanan yang menjadi sampah. Jika dikalikan setiap hari maka berdampak besar.
"Stop ketergantungan dengan bungkus plastik dari kantin maupun bungkus plastik jajanan dari luar, kami berharap aksi sederhana ini dapat membantu darurat sampah yang terjadi di DIJ," jelasnya.
Siswa MAN 3 Bantul Sheela Florida Faza mengatakan, mendukung penuh kebijakan yang ada di sekolah. Sebab selain bermanfaat pengurangan sampah sejak hulu, namun juga ada upaya penghematan. "Dengan aksi ini saya juga lebih bisa menghemat uang saku karena bisa membawa bekal makan dan minum dari rumah," tegasnya. (lan/eno)
Editor : Satria Pradika