Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ketika Tiga Kerajaan Dirundung Wabah Penyakit, Kisah Semar Boyong Warnai Dies Natalis Fakultas Filsafat UGM

Wulan Yanuarwati • Minggu, 20 Agustus 2023 | 21:30 WIB
SELAMAT: Pagelaran Wayang Kulit Semar Boyong menjadi salah satu rangkaian Dies Natalis Ke-56 Fakultas Filsafat UGM. (Dok. UGM)
SELAMAT: Pagelaran Wayang Kulit Semar Boyong menjadi salah satu rangkaian Dies Natalis Ke-56 Fakultas Filsafat UGM. (Dok. UGM)

 

SLEMAN - Pagelaran Wayang Kulit Semar Boyong menjadi salah satu rangkaian Dies Natalis Fakultas Filsafat UGM Jogjakarta ke-56 tahun. Dalang yang dihadirkan ialah Marsekal Madya TNI (Purn) Ki Bambang Soelistyo dari Sekretariat Nasional Wayang Indonesia (Senawangi).

Kisah Semar Boyong menceritakan perjuangan tiga kerajaan yang dirundung oleh wabah penyakit. Ketiganya ialah Kerajaan Pancawati, Kerajaan Astina, dan Kerajaan Amarta. Ketiga kerajaan itu bisa diselamatkan dari penyakit jika berhasil memboyong Semar ke kerajaan masing-masing.

“Mudah-mudahan dengan sering kita mendengar dan melihat wayang, kita bisa mendapatkan nilai-nilai yang terkandung dalam seni wayang," ujar Dekan Fakultas Filsafat UGM Siti Murtiningsih disela-sela Pagelaran Wayang, Jumat (18/8/2023).

Dikisahkan tentang perjuangan dan usaha demi mencapai keselamatan tiga kerajaan. Termasuk di dalamnya menyangkut kerja sama dan persatuan kerajaan. Hal ini selaras dengan perjalanan panjang Fakultas Filsafat UGM yang memerlukan kerja sama dan integrasi pelbagai pihak dalam mewujudkan cita-cita pendidikan di Indonesia.

"Saya yakin, kita semua yakin bahwa nilai-nilai wayang ini merupakan refleksi dari nilai kehidupan kita sesungguhnya. Malam ini kita akan sama-sama mendengar dari lakon yang akan digelar oleh Ki Bambang Soelistyo, sekaligus menjadi pembelajaran bagi mahasiswa,” lanjutnya.

Fakultas Filsafat UGM sebagai salah satu fakultas dengan fokus studi kajian moralitas diharapkan tidak hanya menggelar ceremonial perayaan semata. Namun, perayaan dies natalis sekaligus upaya pemaknaan mendalam berdirinya Fakultas yang juga fokus terhadap pemaknaan ilmu pengetahuan.

“Bukan hanya perayaan seremonial belaka, namun juga menjadi momentum bagi kita, Fakultas Filsafat untuk bersatu dan berbagi gagasan," ujar Koordinator Dies Natalis Fakultas Filsafat UGM M. Rodinal Khair Khasri.

"Ini adalah wadah di mana pikiran-pikiran dapat dipertemukan dan diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi banyak orang,” imbuhnya.

Di sisi lain, konsep perayaan digagas sekaligus untuk mempertegas komitmen dalam menjalankan peran sebagai lembaga pendidikan tinggi. Terutama dalam mendorong demokratisasi pengetahuan dan meningkatkan inklusivitas pendidikan. (lan)

Editor : Amin Surachmad
#Dies Natalis #wayang kulit #fakultas filsafat ugm