RADAR JOGJA - Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan menuturka, mahasiswa UPN Veteran Jogjakarta yang menjadi korban keracunan menunjukkan gejala beragam. Di antaranya, nyeri perut, mual, pusing hingga gejala diare.
RSUP Dr Sardjito saat ini merawat 15 pasien. Semuanya dirawat melalui instalasi gawat darurat (IGD). Dari total 15 mahasiswa, 13 di antaranya mendapatkan penanganan dan pemantauan di ruang rawat inap.
“Keluhan yang ada, nyeri perut, mual, pusing, dan ada beberapa yang diare,” jelasnya melalui sambungan telepon, Jumat (18/8).
Banu menyebutkan, mayoritas pasien telah menunjukan gejala membaik. Saat ini masih tersisa dua pasien dalam pemantauan dan penanganan di IGD.
Dia memastikan semua pasien mendapatkan penanganan sesuai tata laksana keluhan yang muncul. “Kami menangani klinisnya saja agar tidak terjadi perburukan. Masalah penyebabnya apa, kita serahkan yang berwenang lebih lanjut,” katanya.
Sebelumnya, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro menuturkan, ada 56 mahasiswa UPN Veteran Jogjakarta yang mengalami keracunan makanan.
Seluruhnya menunjukan gejala serupa usai mengonsumsi makan siang dalam kegiatan outbound Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKKBN) di Yonmek 403/Wirasada Pratista.
Laporan diterima oleh BPBD Sleman pada 16.57 WIB Jumat (18/8). Saat itu, sebanyak 5 mahasiswa dirujuk ke RSUP Dr Sardjito, 7 mahasiswa ke RS Condongcatur, 26 mahasiswa ke Jogja International Hospital, 13 mahasiswa ke RSA UGM, 4 mahasiswa ke RS Hermina dan 1 mahasiswa ke Klinik Praktek Siaga.
“Evakuasi oleh tim relawan gabungan di Lapangan Yonif 403/Wirasada Pratista,” ujarnya. (dwi)