Acara dibuka oleh Dukuh Plebengan Kidul Angga, sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan. Penyuluhan kesehatan dari pihak Puskesmas menjadi sorotan utama.
Di mana peserta mendapatkan pengetahuan tentang cara menggosok gigi yang benar bagi lansia, metode pijat kesehatan lansia, dan penjelasan mengenai screening kejiwaan lansia. Kegiatan selanjutnya adalah tes kesehatan yang memberikan manfaat konkret kepada peserta lansia.
Salah satu peserta lansia yang terlibat Sani,70, mengungkapkan kegembiraannya. Menurutnya keberadaan posyandu yang digelar oleh mahasiswa KKN-PPM UMBY Angkatan XLIII kelompok 40 sangat membantu.
“Kami bisa cek kesehatan gratis tanpa repot ke Puskesmas dan bisa pantau kesehatan rutin,” ujar Sani disela-sela kegiatan.
Sementara Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM Kelompok 40, Daniel Ari Widhiatama S.Pd., M.Hum berharap dampak positif dari acara ini. Kehadiran peserta menunjukkan peduli masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan lansia.
“Semoga acara ini memicu kegiatan serupa di masa depan dan menginspirasi komunitas lain merawat lansia,” ujar Daniel.
Pengadaan Posyandu Lansia ini diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi komunitas lain. Dengan semangat peduli kesehatan lansia, diharapkan lebih banyak inisiatif serupa muncul di masa depan untuk memberikan manfaat yang sama positifnya.
Sementara itu wakil ketua KKN-PPM 40 kelompok Cici Jusnia mengatakan, posyandu lansia merupakan bagian dari salah satu program kerja KKN-PPM kelompok 40. Diharapkan kegiatan tersebut memberikan manfaat kepada masyarakat yang menerima khususnya lansia.
“Melalui kegiatan ini kami sebagai mahasiswa UMBY belajar untuk bisa berperan aktif di masyarakat,” ujarnya. (bah)
Editor : Bahana.