RADAR JOGJA - Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Gunawan Budiyanto mengungkapkan alasan memberikan beasiswa untuk mahasiswa program studi S1 Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi. Alasannya sangat kuat.
Menurutnya, program beasiswa UMY didasari atas dua hal. Pertama, biaya sekolah kedokteran cenderung lebih mahal.
"Selama sepuluh tahun, kenaikan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa mencapai lebih dari Rp 300 juta," ungkap Dr Gunawan saat penyerahan beasiswa kepada lima mahasiswa prodi kedokteran di Kampus UMY Jumat (4/8).
Alasan kedua adalah distribusi dokter yang belum merata di Indonesia. "Di sisi lain, masih banyak amal usaha kesehatan yang dimiliki oleh Muhammadiyah, yang masih kekurangan dokter. Harapannya, para lulusan beasiswa dokter UMY ini dapat mengabdi di sana," ujarnya.
Selama tiga belas tahun, UMY rutin memberikan beasiswa bagi calon mahasiswa kedokteran umum dan kedokteran gigi. Beasiswa diberikan kepada calon mahasiswa yang terpilih.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMY Faris Al-Fadhat, menyampaikan beasiswa UMY yang diberikan sudah mencakup biaya kuliah per semester. Termasuk, biaya praktikum hingga tunjangan hidup setiap bulan.
"Kami memilih calon mahasiswa penerima beasiswa yang tersebar dari seluruh Indonesia. Kriteria mahasiswa yang kami pilih, selain berasal dari keluarga yang tidak mampu, juga harus lolos tes yang menjadi standar nilai kedokteran. Dengan ini, kami ingin memastikan bahwa proses perkuliahan yang akan dijalani tidak terganggu," ungkapnya.
Hingga saat ini terdapat 64 mahasiswa yang menerima beasiswa dokter dan dokter gigi dari UMY. Di mana, 48 mahasiswa di antaranya berasal dari program studi Kedokteran dan 16 mahasiswa dari program studi Kedokteran Gigi. (ayu)
Editor : Amin Surachmad