Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menteri PUPR Basuki Jadi Drummer di UGM, Ilmu Mubadzir Itu Pintar Tapi Ngapusi Orang

Wulan Yanuarwati • Jumat, 4 Agustus 2023 | 01:32 WIB
DRUMMER: Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mendadak jadi drummer di depan ribuan mahasiswa baru Fakultas Teknik UGM, Kamis (3/8).
DRUMMER: Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mendadak jadi drummer di depan ribuan mahasiswa baru Fakultas Teknik UGM, Kamis (3/8).

RADAR JOGJA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Basuki Hadimuljono mendadak jadi drummer di depan ribuan mahasiswa baru Fakultas Teknik UGM, Kamis (3/8/2023). Aksinya dimulai usai menjadi pembicara pada Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) di selasar Gedung SGLC.

Menteri Basuki dengan piawai menggebuk drum dan disambut teriakan ribuan mahasiswa teknik. Dengan topi yang dibalik, Basuki mengiringi grup band dari alumni UGM. Dia terlihat sangat semangat dan mahasiswa pun ikut bernyanyi bersama.

Lagu Separuh Nafasku milik Dewa 19 sontak membuat ribuan mahasiswa berteriak bahagia. Dilanjutkan lagu Bento milik Iwan Fals. Tak lupa, Basuki juga meminta perwakilan mahasiswa baru untuk menyanyi.

Dua mahasiswa bergantian bernyanyi diiringi gebukan drum dari alumnus Fakultas Geologi angkatan 1973 FT UGM ini. Lagu Ari Lasso berjudul Hampa dan lagu milik Abah Lala berjudul Ojo Dibandingke menambah kemeriahan acara tersebut.

Kepada mahasiswa baru, Basuki tak lupa memberikan wejangan dan nasihat. Menurutnya, menjadi insinyur tidak cukup hanya dengan pintar secara akademik. Namun, harus memiliki integritas dalam kehidupan sehari-hari.

“Orang sekolah itu tujuannya supaya jadi pintar tapi juga juga benar. Orang pintar, ilmunya bermanfaat atau ilmunya mubazir seperti dia pintar tapi dia ngapusi orang, bodohi orang lain," ujarnya.

"Jangan menjadi alumni yang ilmunya mencelakakan. Kita menjadi orang pintar, supaya sukses dan orang pintar yang memiliki akhlakul karimah,” lanjutnya.

Menurutnya, belakangan ini minat terhadap jurusan teknik sempat mengalami penurunan. Namun sekarang, Basuki optimistis minat terhadap teknik kembali mengalami peningkatan.

“Saya melihat beberapa tahun belakangan menurun namun sekarang antusias peminat untuk menjadi insinyur sudah naik lagi. Peminatnya sudah hampir kembali,” ujarnya.

Basuki menyebut, bangsa Indonesia harus meningkatkan lulusan insinyur yang mumpuni. Sebab rasio jumlah insinyur saat ini hanya 5.300 insinyur per satu penduduk. Jumlah ini sangat rendah dibandingkan oleh negara lain di kawasan ASEAN.

“Jika kita tidak memfokus pada program pembangunan, jumlah ini akan disalip Vietnam apalagi banyak investor sudah balik ke Vietnam,” imbuhnya. (lan)

Editor : Amin Surachmad
#ari lasso #PUPR #Basuki Hadimuljono #Dewa 19 #Fakultas Teknik UGM