RADAR JOGJA - Puluhan civitas akademika dari berbagai negara berpartisipasi dalam agenda International Online Course Program yang diselenggarakan oleh International Program of Government Affairs and Administration (IGOV UMY).
Secara umum, agenda yang bertajuk The 4th International Government and Politics
Summer School ini mengusung tema
Advancements and Developments in the Green Economy: Towards Effective Governance and Policy Making atau Kemajuan dan Perkembangan di Lingkungan Hijau Ekonomi: Menuju Tata Kelola dan Pembuatan Kebijakan yang Efektif.
Agenda dilaksanakan selama tujuh hari sejak 27 Juli hingga 2 Agustus 2023. Ada beragam rangkaian kegiatan berupa pertemuan kelas setiap harinya berupa diskusi panel dan luaran aktivitas kebudayaan dengan target peserta adalah mahasiswa di seluruh dunia.
Pada acara pembukaan dihadirkan tiga
pembicara dari tiga negara yakni Indonesia, Filipina dan Malaysia. Mereka adalah Direktur Pelayanan Penanaman Modal Desa di Daerah Terrtinggal dan Transmigrasi Dr Supriadi, Dosen Bukidnon State University Dr Christine B. Tenorio, Dekan sekolah Pemerintahan Universiti Utara Malaysia Profesor Halimah binti Abdul Manaf.
Halimah Abdul Manaf dalam kesempatan ini menyampaikan terkait proses yang dilakukan dalam memberdayakan pemerintahan yang baik dan berkelanjutan dalam pembuatan kebijakan melalui inisiatif ekonomi hijau.
"Perspektif pembangunan di Malaysia berkelanjutan adalah strategi pembangunan untuk mengelola keuangan, lingkungan alam dan manusia sumber daya untuk meningkatkan kualitas hidup dalam jangka panjang periode," paparnya pada sesi diskusi panel Kamis (27/7).
Halimah menambahkan, pembangunan berkelanjutan juga telah menjadi aspek dominan yang juga penting dan berlaku untuk banyak negara di dunia termasuk Malaysia.
"Jadi, salah satu strategi kebijakan teknologi hijau nasional perlu dikembangkan menjadi luaran yang juga relevan dengan permasalahan yang dihadapi," sambungnya.
Secara umum tantangan global saat ini yang dihadapi banyak negara berkisar pada degradasi sumber daya alam. Isu ini bermula dari eksploitasi yang ekstensif terhadap sumber daya tersebut, yang menimbulkan ancaman signifikan bagi kelestarian Bumi dalam memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan umat manusia.
Dampaknya pun dapat sangat memengaruhi pembuatan kebijakan, pembangunan, dan tata kelola, khususnya dalam konteks Indonesia. Akibatnya, sangat penting untuk terlibat dalam diskusi, penilaian, dan inisiatif pemecahan masalah untuk mengatasi masalah ini.
Direktur IGOV UMY Sakir Ridho Wijaya mengungkapkan, dalam program ini pihaknya memberikan wadah bagi mahasiswa untuk mendapat kesempatan mengungkapkan secara terbuka pemahaman mereka tentang pembangunan berkelanjutan dan implikasinya bagi kelangsungan hidup manusia melalui eksplorasi berbagai studi kasus. (iza)
Editor : Amin Surachmad