Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gistrav, Politeknik Digital Pertama di Jogja Resmi Dibuka, Jawab Tantangan AI pada Dunia Pendidikan

Wulan Yanuarwati • Kamis, 27 Juli 2023 | 06:30 WIB
TEKNOLOGI: Direktur Politeknik Gistrav Wikan Sakarinto (tengah) didampingi CEO Education Technology SEVIMA Sugianto Halim (kanan) saat peluncuran kampus, Rabu (26/7/2023). (Dok. Politeknik Gistrav)
TEKNOLOGI: Direktur Politeknik Gistrav Wikan Sakarinto (tengah) didampingi CEO Education Technology SEVIMA Sugianto Halim (kanan) saat peluncuran kampus, Rabu (26/7/2023). (Dok. Politeknik Gistrav)

JOGJA - Mantan Direktur Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Wikan Sakarinto tidak menampik bahwa artificial intelligence (AI) menjadi peluang sekaligus tantangan dalam dunia pendidikan. Teknologi kecerdasan buatan berbasis big data bisa memajukan sekaligus mendestruksi.

Kecerdasan buatan bisa dijadikan umpan balik yang dilakukan secara otomatis. Sehingga, bisa meningkatkan pembelajaran mahasiswa. Sementara dosen, bisa meningkatkan praktik pengajaran ke level yang lebih tinggi.

Namun di sisi lain, kehadiran AI bisa disalahgunakan untuk praktik mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan tugas pembelajaran secara instan. Sehingga bisa berdampak pada kemampuan berusaha dan berpikir menurun, termasuk kemalasan.

"AI, sebuah keniscayaan dan perubahan yang sedang mendestruksi kita. Clear. AI, sebuah mesin cerdas yang semakin diberi tugas dia akan semakin cerdas, belajar dari penugasan sebelumnya" ujar Wikan di sela-sela acara peluncuran Politeknik Gistrav di Jalan Palagan Tentara Pelajar Jogja, Rabu (26/7/2023).

Meski seperti dua sisi mata uang berbeda, Wikan menyakini AI dapat dikelola dengan baik. Dengan catatan, sepanjang penggunanya bisa dikondisikan dan dikontrol. Yakni dengan tetap mengedepankan etika dan integritas para penggunanya, terutama bagi para mahasiswa.

"AI kan alat, kan alat ada pengguna, maka integritas-nya, attitude-nya penggunanya itu (dikondisikan, red), kan manusia," ujarnya.

Menurut Wikan, kurikulum dalam dunia pendidikan memang harus luwes, mengikuti dinamika dan perkembangan teknologi. Sebab jika tidak, kemunduran terhadap pendidikan bisa terjadi di tengah perkembangan AI yang sangat pesat.

"Maka di dalam kurikulum kita, pola pembelajaran kita tidak bisa menghindari AI, justru anak akan terlihat integritas, akhlaknya, sehingga bisa menggunakan kebaikan (AI) dengan baik," ujar Wikan yang juga menjabat sebagai Direktur Politeknik Gistrav.

"Dalam mata kuliah kami gak kaku, ada mata kuliah smart digital intelejin, berarti AI di situ. Jadi kita gak bikin mata kuliah kaku yang mengunci, jadi kalau ada perkembangan ilmu mau AI dan sebagainya (disesuaikan,red)," lanjutnya.

Politeknik Gistrav merupakan politeknik digital pertama di Jogja yang dan didukung dengan ekosistem Gistrav Corp dan Yayasan Gistrav. Politeknik ini telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 180/D/OT/2023 tentang Pendirian Politeknik Gistrav.

Tiga prodi yang dibuka dengan jenjang Sarjana Terapan (D4), meliputi Digital Business, Digital Marketing dan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak atau Software Engineering.

Politeknik Gistrav menerapkan pola pembelajaran ‘Link and Match’, Merdeka Belajar yang berbasis projek (Project-based Learning/PBL), dan program Teaching Factory (TEFA) yang melibatkan pemagangan maupun berbagai project riil di perusahaan.

“Politeknik Gistrav siap mendidik anak-anak bangsa dengan praktik nyata, yang ketika lulus akan siap kerja menjadi talenta digital," ujarnya. (lan).

Editor : Amin Surachmad
#artificial intelegence #politeknik