RADAR JOGJA – Kesempatan mengikuti program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), serta International Credit Transfer (ICT), akan dimanfaatkan mahasiswa Program Studi Arsitektur Program Internasional (IP), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia. Ada dua mahasiswa yang akan ikut dalam IISMA dan satu untuk ICT.
Seperti Mohd Rhafie Nadhif Nureski, peraih IISMA 2023 untuk studi di University College London, Inggris. Dalam bidang studinya, dia sudah mengenalkan arsiterktur bambu yang khas di Indonesia. Sedang Mahadevi Effia Arkan, peraih IISMA 2023 untuk studi Humboldt University of Berlin Jerman juga akan mengenalkan arsitektur khas Indonesia.
Beda lagi dengan Putri Kinanti Shinta Pratiwi, yang berhasil meraih beasiswa mengikuti program ICT 2023. Ia akan menempuh studi mulai September 2023 hingga Februari 2024 di Universiti Malaya, Malaysia. Kinan mengaku, di Malaysia dia akan mempelajari terkait ilmu tentang energi. Dia akan mensinergikan pengetahun terkait energi dengan ilmu arsitektur. “Sehingga membuat produk arsitektur yang berkelanjutan,” ujarnya saat pamitan dengan jajaran dekanat FTSP UII Kamis (20/7).
Ketua Prodi Sarjana Arsitektur Ir. Hanif Budiman., M.T., Ph.D mengatakan, IISMA dan ICT adalah salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Kemendikbud. Program tersebut mendanai mahasiswa sarjana dan kejuruan untuk melakukan mobilitas selama satu semester di universitas dan industri terkemuka di luar negeri. Program ini mempersiapkan mahasiswa dengan membekali keterampilan yang dibutuhkan untuk dunia kerja masa depan. Yaitu, sense-making, social intelligence, novel and adaptive thinking, cross-cultural competency, computational thinking, new-media literacy, transdisciplinarity, design mindset, cognitive load management, and virtual collaboration. “Program ini diharapkan dapat memaparkan mahasiswa Indonesia pada keberagaman budaya dan pendidikan Internasional,” ungkapnya.
Keberhasilan berbagai program internasionalisasi ini, lanjut dia, terlihat dengan semakin luasnya kerjasama joint studio sejak 2014 dengan FSMVU Istanbul, hingga berkembang 2023 saat ini dengan Jurusan Arsitektur berbagai universitas dunia lainnya, yaitu Thailand, India dan Jerman. Sesuai komitmen joint program, tahun depan akan dilaksanakan secara bergantian. Keberhasilan lain juga terlihat dari meningkatnya minat mahasiswa asing untuk studi di Prodi Arsitektur IP FTSP UII. “Mahasiswa dan mahasiswi asing ini berasal dari berbagai negara, yaitu Yordania, Maroko, Mesir dan Yaman,” jelasnya.
Baca Juga: Syarat Pj Wali Kota, Alumni Fakultas Hukum UII
Dekan FTSP UII Dr-Ing Ir Ilya Fadjar Maharika MA, IAI menambahkan, mahasiswa yang mengikuti program IISMA maupun ICT ini menjadi bukti seluruh prodi yang memiliki akreditasi internasional, tak hanya di level akreditansinya saja. Tapi juga dalam aktivitas menjadi bagian dari komunitas global. Menurut dia, dengan menjadi warga dunia sekaligus membuktikan jika warga Indonesia mempunyai kemampuan yang sama jika diberi kesempatan yang sama. “Sekaligus untuk mengenalkan budaya Indonesia, supaya tidak minder sebagai warga Indonesia,” pesannya. (pra)
Editor : Satria Pradika