Program hibah PKKM yang diajukan UTDI mengusung tema Transformasi Keilmuan Merdeka Belajar Sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan Industri dan Bisnis Digital. Tema ini dipilih dalam rangka percepatan universitas unggul dan adaptif. Khususnya bagi prodi informatika untuk menjadi kampus rujukan bidang big data.
PIC Program PKKM UTDI Sri Redjeki menuturkan ada dua program yang ditawarkan. Program pertama berkaitan dengan penguatan kompetensi di bidang big data. Terdiri dari optimalisasi kerja sama industri, pengiriman magang industri, pengembangan laboratorium big data dan pengembangan bootcamp mahasiswa akhir.
"Proses pembelajarannya menggunakan base learning. Jadi, kita nanti kita ada capstone project. Mahasiswa seolah-olah punya projek, ada dosen yang memandu. Sehingga nanti akan dekat dengan dunia pekerjaan pada saat mereka lulus," jelasnya saat ditemui di UTDI, Kamis (6/4).
Untuk memperkuat kompetensi para lulusan Prodi Informatika, nantinya juga akan dilakukan pengembangan kelas interaktif dan laboratorium big data. Pihak mitra digandeng untuk menjadi suplayer data. Selanjutnya akan disimulasikan oleh mahasiswa melalui projek yang mereka kerjakan.
"Konsepnya di dalam laboratorium itu ada server simulasi yang merupakan tampungan data sementara yang kita peroleh dari mitra tadi. Mahasiswa bisa melakukan aktivitas berkaitan dengan big data. Mulai dari infrastruktur atau apapun," katanya.
Selain penguatan kompetensi lulusan, program hibah PKKM juga berfokus pada pengembangan metode pembelajaran dengan pendekatan project based learning. Beberapa aktivitas didalamnya meliputi kompetensi dosen, pengembangan kurikulum dan bahan ajar, implementasi MBKM di desa binaan, dan pengembangan kelas kolaboratif.
"Dengan kita mendapatkan hibah ini, Prodi Informatika akan mempunyai kompetensi di bidang big data karena sudah disediakan dari sisi infrastrukturnya maupun SDM-nya. Ketika nanti ada MBKM pertukaran pelajar, kami sudah bisa jadi rujukan di bidang big data," ujarnya.
Kaprodi Informatika UTDI Dini Fakta Sari menyebut hibah yang diajukan ini merupakan stimulan bagi Prodi Informatika. Sehingga dapat menjadi prodi yang menyelenggarakan MBKM secara mandiri.
Dia menuturkan Prodi Informatika UTDI telah mengikuti program MBKM sejak awal diluncurkan oleh Kemendikbudristek.
Dengan adanya hibah ini, diharapkan Prodi Informatika secara mandiri dapat melaksanakan program MKBKM dengan beberapa program kerja yang telah dirancang.
"Kami sudah berkolaborasi dengan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) untuk menyelenggarakan hibah ini. Ini stimulan penguatan untuk diselenggarakan MBKM secara mandiri," katanya.
Koordinator Tim MBKM UTDI Adi Kusjani mengatakan MBKM secara mandiri dapat memberi kesempatan bagi UTDI untuk menjalin relasi secara langsung dengan para mitra. Sehingga, diharapkan ke depan akan lebih mudah dalam menjalin kerja sama.
"Nanti dengan adanya hibah ini harapannya kita bisa mandiri. Artinya mencari mitra dengan DUDI. Sehingga mahasiswa kita nanti bisa magang di DUDI. Tidak lewat kampus merdeka tapi dari kampus kita secara mandiri. Tantangannya memang berat sejauh ini. Sudh ada relasi di hibah ini. Kedepannya, semoga nanti tetep berlanjut di samping mempersiapkan mahasiswa untuk siap MBKM di mitra-mitra tadi," ujar Adi. (*/isa/dwi) Editor : Editor News