Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Air Jadi Sumber Potensial Energi Baru Terbarukan di Indonesia

Editor News • Jumat, 3 Maret 2023 | 01:17 WIB
BELAJAR : Direktur Utama PT Waskita Sangir Energy Eman Surahman saat memberi paparan di FTSP UII, Kamis (2/3). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
BELAJAR : Direktur Utama PT Waskita Sangir Energy Eman Surahman saat memberi paparan di FTSP UII, Kamis (2/3). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Perlahan Pemerintah Indonesia mulai bergerak menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satunya dengan memanfaatkan tenaga air. Sumber daya air yang melimpah menjadikan Indonesia memiliki potensi yang besar dalam memanfaatkan ait sebagai pembangkit listrik atau hydropower.

Direktur Utama PT Waskita Sangir Energy Eman Surahman mengungkapkan setiap sungai sejatinya visible atau mampu menjadi pembangkit listrik. Hanya saja sungai tersebut harus selalu mengalir dan memiliki perbedaan ketinggian yang cukup dari hulu ke hilir.

"Semua sungai sebenarnya visible. Selagi airnya mengalir, tidak ada air berhenti. Sungai bisa dioptimalkan semaksimal mungkin selama tidak menjadikan pencemaran," jelas Eman saat memberikan paparan di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII, Kamis (2/3).

Eman memaparkan pengembangan PLTA di Indonesia tetap ada tantangan. Salah satunya kekhawatiran maayarakat akan keberlangsungan sungai.

Terkait asumsi ini, Eman memastikan air sungai yang dimanfaatkan untuk PLTA tetap kembali ke sungai. Bahan-bahan logam yang digunakan juga dipastikan tak akan menyebabkan pencemaran. 

"Seratus persen airnya akan dikembalikan ke sungai yabg sama. Bahkan airnya disaring, diendapkan lumpurnya, diputarkan dalam turbin. Air menjadi kaya oksigen. Ini sebetulnya yang harus dipahami oleh semua pihak terkait," kata Eman.

Dosen Teknik Lingkungan UII Adam Rus Nugroho menyebut pembangunan PLTA di sungai perlu adanya kajian yang mendalam. Ini berkaitan dengan keberlangsungan ekosistem sungai. Air tak hanya digunakan oleh manusia, melainkan juga ekosistem lainnya seperti tumbuhan dan hewan.

Menurutnya, meski volume air akan dikembalikan lagi ke sungai, tetapi akan tetap berpengaruh pada flow rezim atau pola aliran sungai. Pola aliran air yang berubah juga secara otomatis akan merubah ekosistem di dalamnya.

"Ikan punya daur hidup sendiri. Ikan bertelur, datang ke hilir ke hulu sungai. Ada musimnya sendiri. Dikhawatirkan, aliran berubah. Tidak ada tempat ikan berkembang biak," ujarnya.

Adam menyebut perlu adanya jalan tengah. Misalnya dengan membuat jalur ikan atau fish way. Sehingga, pembuatan PLTA tak berdampak pada pola aliran sungai dan ekosistem didalamnya tetap terjaga.

"Memang perlu ada kajian yang cukup, sehingga dampak terhadap lingkungan bisa diminimalisir," katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#energies air #energi baru terbarukan #Dampak PLTA #PLTA #tenaga air