Program internasional ini berdedikasi untuk pembangunan kapasitas kepemimpinan kewirausahaan hijau. Total ada 12 universitas di ASEAN yang turut serta. Tersebar dari negara Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Vietnam.
Kegiatan ini didanai secara co-founding oleh institusi yang terlibat. Selain itu, pendanaan juga diberikan melalui program Erasmus and Capacity Building in Higher Education dari European Union. Pada lingkup UGM, ANGEL dikoordinasi oleh Departemen Manajemen FEB.
Nurul Indarti sebagai Steering Comittee menjelaskan projek ANGEL bertujuan untuk mendukung lulusan perguruan tinggi dan kelompok minoritas-marjinal dalam memperoleh penghidupan yang lebih baik. Ini ditempuh melalui kewirausahaan hijau yang akan dipimpinnya.
"ANGEL merupakan projek yang memiliki periode kerja tiga tahun. Dimulai dari tahub 2021. Pada tahun pertama ANGEL menyelesaikan kegiatan diagnostik dan analisis kesenjangan pengembangan kepemimpinan hijau," jelasnya saat jumpa pers di FEB UGM, Jumat (9/12).
Pada tahun kedua ini projek ANGEL fokus untuk memperkuat pembangunan komunitas hijau di masing-masing negara ASEAN yang terlibat. Ini diwujudkan dalam diseminasi projek ANGEL. Konsep pengembangan kepemimpinan kewirausahaan hijaunya melalui pelatihan dan seminar.
Penelitian, mentoring, dan kolaborasi ANGEL dengan pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat juga menjadi sasaran pada tahun kedua ini. Sementara pada tahun ketiga ANGEL akan diarahkan pada penguatan misi pengembangan kepemimpinan kewirausahaan hijau.
Rumusan kebijakan akan disarankan untuk pemerintah dan konferensi internasional. Sementara penelitian akan dipublikasikan untuk para akademisi dan kompetisi ideasi bisnis hijau level internasional yang dilaksanakan untuk mahasiswa.
"Ragam kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk menunjukkan komitmen serta visi keberlanjutan ANGEL untuk pengembangan kepemimpinan kewirausahaan hijau," kata Nurul. (isa/dwi) Editor : Editor News