Salah seorang siswa Zakwan Al Ihsan mengatakan, keterlibatan untuk memberikan hak suara dalam Pilkosis menjadi pengalaman cukup berharga. Sebab selama ini belum pernah bersinggungan langsung terkait pemilihan sosok pemimpin seperti yang sudah berjalan di masyarakat. "Baru sekarang, kalau pilkada segala macam belum pernah karena usia masih belum cukup," ucapnya, kemarin (11/10).
Zakwan mengaku berkesan bisa langsung memilih ketua Osis yang dikehendaki. Apalagi sistem dalam pemilihan sudah berbasis aplikasi sehingga dirasa memudahkan. "Setahu saya biasanya coblosan memakai kertas. Di sekolah sekarang sudah tinggal pencet di laptop pak guru," kata Zakwan.
Pada Pilkosis MTsN 5 Kebumen ini terdapat tiga pasangan calon. Mereka berangkat dari berbagai kelas yang berbeda serta latar belakang kemampuan. Di lokasi pemilihan para siswa tampak antre menunggu giliran dipanggil panitia sebelum menentukan pilihan. Unsur siswa juga dilibatkan dalam susunan panitia Pilkosis tersebut.
Dari data tingkat partisipasi pemilih terbilang cukup bagus yakni mencapai 91,03 persen. Atau dari jumlah keseluruhan 948 siswa, terdapat 863 siswa pemilih. Selepas menentukan pilihan, para siswa kemudian menyelupkan jari ke tinta sebagai tanda sudah menyalurkan hak suaranya.
Wakil Kepala Kesiswaan MTsN 5 Kebumen Supami mengatakan, kegiatan seperti ini sudah berlangsung tiga tahun terakhir. Pihaknya memilih konsep tersebut sebagai metode pembelajaran siswa dalam pengamalan nilai-nilai demokrasi. "Intinya untuk belajar demokrasi sedini mungkin. Kalau di SMP memang belum begitu kelihatan dibanding anak SMA yang sudah dewasa. Untuk mengenalkan aja," terangnya.
Ia menaruh harapan gelaran Pilkosis menjadi bekal siswa dalam menuangkan asas demokrasi sesungguhnya dalam kehidupan bermasyarakat. Pengenalan ini dinilai penting, terlebih juga selaras dengan kurikulum baru yang memberikan kebebasan siswa dalam bereksplorasi. "Sebetulnya sebelum kurikulum baru, kami sudah terapkan pemilihan seperti sekarang," tutur Supami.
Pelaksanaan Pilkosis itu terdiri dari beberapa tahapan antara lain, pendaftaran, seleksi bakal calon, debat kandidat, masa tenang dan pemungutan suara. Dipilihnya sistem Pilkosis berbasis aplikasi tersebut sebagai bentuk adaptasi siswa untuk menghadapi tantangan di era teknologi. "Pernah berbasis smartphone waktu marak Covid-19. Berhubung sudah memungkinkan sekarang diganti laptop. Tapi konsep sama penyertaan teknologi," ungkapnya. (fid/din) Editor : Editor Content