Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Semarakkan HUT RI, Kementan Tanam 77 Pohon Buah di Yogyakarta dan Magelang

Editor Content • Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:05 WIB
HIJAUKAN LINGKUNGAN KAMPUS: Wakil Direktur 2 Polbangtan YoMa Drs Akimi MM sedang menanam bibit pohon mangga dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan ke-77 RI. (POLBANGTAN YOMA)
HIJAUKAN LINGKUNGAN KAMPUS: Wakil Direktur 2 Polbangtan YoMa Drs Akimi MM sedang menanam bibit pohon mangga dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan ke-77 RI. (POLBANGTAN YOMA)
RADAR JOGJA - Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) melakukan penanaman 77 pohon buah di lingkungan kampus.

Aksi tanam pohon dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia tersebut digelar pada 10-12 Agustus 2022.

Kegiatan diawali dengan penanaman pohon di Kebun Praktik Celeban dan Banyakan, Yogyakarta. Dilanjutkan secara serentak di kebun Pusat Pendidikan Desa Dlimas, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang serta Kebun Praktik Karangsari dan Sempu, Yogyakarta. Kemudian ditutup dengan penanaman pohon di kampus Magelang.

Selain pegawai dan mahasiswa, aksi ini diikuti pula oleh perangkat desa setempat, yang nantinya ikut serta merawat pohon hingga menghasilkan buah.
Pohon yang dipilih merupakan komoditas hortikultura dan perkebunan. Yakni mangga, kelapa degan, kelengkeng, alpukat, sirsak, jambu air, dan nangka.

Direktur Polbangtan YoMa Bambang Sudarmanto menuturkan, selain untuk menghijaukan lingkungan, pohon buah bernilai ekonomi bagi masyarakat. Buah hasil panen bisa untuk konsumsi atau komersil. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaat ganda. "Aksi tanam pohon ini merupakan langkah nyata dukungan Polbangtan Yogyakarta Magelang untuk meminimalisasi dampak perubahan iklim sekaligus mengurangi risiko kekurangan bahan pangan," tuturnya.

Menukil arahan Presiden Joko Widodo, Bambang menegaskan, "Saat kita menanam pohon, berarti kita menanam doa dan harapan untuk keberlanjutan generasi yang akan datang. Selain memperbaiki lingkungan, menanam juga harus memberikan manfaat langsung terhadap kesejahteraan masyarakat," ungkap Bambang.

Adapun aksi tanam pohon digelar serentak sesuai anjuran Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL). Dilakukan di seluruh instansi lingkup Kementerian Pertanian. Dalam rangka penghijauan lingkungan.

Menurut Mentan, langkah itu sebagai salah satu upaya mitigasi iklim untuk mengurangi emisi karbon. Hal ini sejalan dengan tujuan utama Paris Agreement untuk menahan laju kenaikan suhu bumi tidak lebih dari 2˚ Celsius. Atau sedapatnya menekan hingga 1,5˚ Celsius. “Penanaman pohon ini sebagai langkah revitalisasi alam, peningkatan produktivitas lahan, serta mitigasi bencana dan perubahan iklim. Juga untuk mendorong terciptanya sumber ekonomi dan kemandirian masyarakat yang hasilnya dapat dinikmati bersama,” jelas SYL.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi berharap, melalui aksi tanam pohon maka tertanam pula nilai-nilai instrumental revolusi mental, yakni etos kerja, gotong royong, dan integritas. “Melalui proses menanam diharapkan nilai integritas yaitu gotong royong, tanggung jawab, dan harmoni antara pemikiran dan tindakan tertanam," tandasnya.

Dedi menegaskan, aksi tanam pohon tidak hanya selesai sampai di situ. Selanjutnya pohon-pohon tersebut tetap harus dirawat dan dipelihara dengan baik. (yog) Editor : Editor Content
#Polbangtan #kementan #tanam pohon #Mentan SYL #penghijauan