Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gamaforce Bersaing di Techno Fest Fighter UAV Competition Turki 2022

Editor News • Rabu, 10 Agustus 2022 | 14:43 WIB
DUKUNG : Dekan FMIPA UGM Kuwat Triyana bersama rekan serta Ketua Umum GAMAFORCE 2022 sedang melihat-lihat robot terbang yang diciptakan oleh Tim Gamaforce Internasional yang dipajang di Balairung UGM, Selasa (9/8). (JUAN CHRISTOFORUS SAMAYA - REINHART for
DUKUNG : Dekan FMIPA UGM Kuwat Triyana bersama rekan serta Ketua Umum GAMAFORCE 2022 sedang melihat-lihat robot terbang yang diciptakan oleh Tim Gamaforce Internasional yang dipajang di Balairung UGM, Selasa (9/8). (JUAN CHRISTOFORUS SAMAYA - REINHART for
RADAR JOGJA - Tim Gadjah Mada Flying Object Research Center (GAMAFORCE) mengikuti ajang internasional Techno Fest Fighter UAV Competition Turki 2022. Simbolis pemberangkatan berlangsung di Balairung UGM Jogjakarta, Selasa (9/8).

Kompetisi rutin ini menyajikan ratusan pesawat tanpa awak dari setiap negara peserta. Konsepnya adalah skenario pertempuran udara antara UAV dalam lingkungan yang terkendali. Kompetisi ini terdiri dari dua kategori, yakni rotary wing dan fixed wing.

“Tim Gamaforce ini mengikuti lomba pada katergori fixed wing dan telah melakukan persiapan selama 10 bulan dimulai dari analisis, analisis struktur, elektronis, komponen, dan program hingga jadilah wahana ini," jelas Presiden Gamaforce Ichanul Taqwim, Selasa (9/8).

Pesawat karya Gamaforce ini memiliki keunggulan sistem penguncian atau locking. Berupa kemampuan mengejar pesawat yang ada didepannya secara otomatis. Selain itu juga auto take-off serta auto landing tanpa bantuan pilot.

"Untuk kecepatan yang dimiliki pesawat ini dapat mencapai 150 km/jam," katanya.

Ketua Tim Gamaforce Justin Edwardo optimis UAV gamaforce mampu meraih predikat juara. Terlebih pesawat tanpa awak ini telah melalui riset mendalam. Hingga akhirnya mampu terbang dengan sejumlah kemampuan tambahan.

Timnya menargetkan bisa meraih juara dalam kompetisi ini. Walau begitu dia juga tak ingim jemawa. Ini karena tim yang berlaga tentu menampilkan karya-karya terbaiknya.

"Pasti melalui proses mencoba dan gagal. Lalu ada improvisasi atau pengembangan sehingga bisa jadi seperti sekarang ini," ujarnya.

Tim Gamaforce merupakan satu-satunya tim yang mewakili Indonesia. Total ada 6 kru dan seorang pembina yang akan berangkat ke Turki. Sebagai catatan, tim Gamaforce pernah meraih predikat juara 3 pada 2019 di kompetisi yang sama. (Obi/OM26/OM27/dwi) Editor : Editor News
#Gadjah Mada Flying Object Research Center #Drone Indonesia #International Techno Fest Fighter UAV #Gamaforce