Direktur ASRD MSD Jogjakarta Natalia Hasti Lumenta, M.Sn. menuturkan wisuda periode XVII ini bertajuk Inovatif, Profesional Mampu Bersaing di Medan Laga. Merupakan representasi keberhasilan mahasiswa dalam mendapatkan bekal ilmu. Lebih spesial lagi karena berlangsung ditengah pandemi Covid-19.
"Momen ini membuat para mahasiswa mencari kesempatan memperoleh penghasilan semasa kuliah. Tentu bukan menjadi masalah lagi di masa depannya yang lebih profesional karena sudah tertempa dengan matang," jelasnya dalam keterangan tertulisnya.
Natalia mengibaratkan wisuda Diploma III ASRD MSD Jogjakarta ini akhir dari kawah candra dimuka para mahasiswa. Pasca menyandang gelar Ahli Madya Desain, para lulusan ditantang mengimplementasikan ilmunya. Tentunya dalam dunia profesional kerja.
Kematangan para lulusan ASRD MSD Jogjakarta terlihat dalam tugas akhir. Mata kuliah ini merupakan puncak penciptaan karya pada pendidikan Diploma III Senirupa dan Disain. Rekam jejak perjalanan selama 5 semester yang diakhiri dengan beban 6 sks.
"Mahasiswa yang menempuh tugas akhir diarahkan sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing. Mulai dari ilustrasi, Corporate identity, Promosi, Komik, Web Desain. Ini merupakan kebutuhan jasa perusahaan di industri kreatif. Tahapan akhir dari Tugas Akhir adalah Pameran karya dan Sidang ujian penulisan konsep karya," katanya.
Pembekalan kelulusan para wisudawan, lanjutnya, telah dirancang untuk memenuhi tuntutan industri kreatif 4.0. Melalui Matakuliah Peminatan Wajib (MKPW) Mahasiswa menentukan spesialisasi yang harus dikuasainya.
Jalur yang ditawarkan antara lain Desain Grafis yang terdiri dari konsentrasi Percetakan, Periklanan dan Corporate Branding. Ilustrasi yaitu Komik dan Ilustrasi Digital. Multimedia terdiri dari Fotografi, Web design dan Videografi dan Animasi.
"Mahasiswa yang telah mendapatkan keseluruhan materi dasar desain grafis, ilustrasi dan multimedia pada akhir perkuliahan akan diseleksi sesuai dengan peminatan masing-masing untuk dapat terserap pada industri," ujarnya.
Natalia menjamin lulusan ASRD MSD Jogjakarta siap bersaing. Ini karena kampus telah melakukan penguatan kurikulum dan kerjasama dengan industri. Langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan mutu lulusan.
Lulusan ASRD MSD Jogjakarta juga telah menguasai formula 4G untuk berkarya. 4G yang dimaksud adalah Good Skill, Good Idea, Good Attitude dan Good Prospect (SIAP). Good Skill karena telah menguasai ketrampilan dan keahlian merancang dengan kepekaan artistik yang baik dan terkonsep.
"Good Idea adalah desainer yang mempunyai pengetahuan dan wawasan terkini untuk menghasilkan ide-ide orisinal dan kreatif. Good Attitude itu desainer yang memiliki sikap dan tanggung jawab yang baik serta mampu bekerjasama untuk mendapatkan solusi perancangan yang kreatif," katanya.
"Lalu Good Prospect berupa mampu bekerja di perusahaan, berkarya di masyarakat maupun berwirausaha di bidang DKV. Kini saatnya wisudawan-wisudawati siap menghadapi ujian dalam masyarakat sesungguhnya," imbuhnya.
Natalia memaparkan wisudawati penerima perdikat Best of The Best adalah Natalia Fitriana Putri dari almarhum Budiyanto dengan Indek Prestasi 3.83. Mahasiswi asal Jogjakarta ini adalah penerima Beasiswa jalur prestasi MSD tahun 2018.
"Natalia Fitriana Putri memiliki attitude dan profesionalisme yang baik, tidak heran jika ia telah memiliki pengalaman mengerjakan ilustrasi dengan klien dari beberapa negara. Saat ini terlibat dalam long term project start up dan bekerjasama dengan novelist Amerika untuk membuat ilustrasi novel fantasi," katanya.
Sebanyak 53 Lulusan ASRD MSD Jogjakarta nantinya akan bergabung ini dengan keluarga alumni Jalinan Alumni ASRD MSD (JALU MSD). Merupakan paguyuban bersama untuk mendukung dan bekerjasama dengan kampus. Tentunya sebagai desainer grafis yang pernah berkuliah di ASRD MSD Jogjakarta. (Dwi) Editor : Editor News