RADAR JOGJA - Ova Emilia meraih suara tertinggi dalam rapat pleno pemungutan suara Rektor UGM. Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Jogjakarta ini berhasil meraih 21 suara. Angka ini melebihi 50 persen dari total 25 suara Majelis Wali Amanat (MWA).
Berdasarkan angka tersebut, Ova resmi terpilih sebagai Rektor UGM periode 2022-2027. Unggul mutlak dari kandidat lainnya, Bambang Agus Kironoto dengan 1 suara dan Deendarlianto dengan 3 suara. Ova berhak menggantikan Panut Mulyono yang memasuki habis masa bakti pada 28 Mei 2022.
"Pertama tertinggi dan melampaui 50 persen adalah prof Ova. Oeh karena itu sidang pleno MWA memutuskan rektor terpilih untuk periode 2022-2027 adalah Prof Ova Emilia," jelas Ketua MWA Pratikno dalam rapat pleno pemilihan rektor UGM di Balai Sidang Senat UGM, Jumat (20/5).
Sebelum menyumbangkan suaranya, para anggota MWA terlebih dahulu mendengarkan presentasi setiap kandidat. Ketiga calon rektor diberi kesempatan menyampaikan visi misi setelah menjadi rektor. Setelahnya, hasil presentasi menjadi bahan diskusi anggota MWA.
Pemilihan dilakukan dengan sistem voting. Tercatat dua anggota MWA yang tak bisa hadir secara langsung. Datuk Taher berhalangan hadir karena berada di Amerika Serikat. Sementara seorang lainnya M. Nur Budiyanto mengikut rapat pleno secara virtual.
"Nur Budiyanto hadir dan menyumbangkan suara secara virtual karena sedang berada di London dan itu sah menurut tata tertib," katanya.
Terkait pelantikan, pria yang juga menjabat Menteri Sekretaris Negara ini memastikan secepatnya. Tepatnya sepekan kedepan atau berlangsung 27 Mei 2022. Selisih sehari sebelum Panut Mulyono memasuki purna tugas, Sabtu (28/5).
"Karena Prof. Panut akan segera berakhir masa jabatannya pada 28 Mei 2022. Oleh sebab itu MWA akan segera melakukan pelantikan rektor terpilih Prof. Ova menjadi rektor resmi nanti pada tanggal 27 Mei 2022 ini. Dalam waktu seminggu ke depan," ujarnya.
Dalam kesempatan ini Pratikno berpesan agar Ova mampu merangkul kandidat rektor lainnya. Wujudnya bisa dengan forum diskusi bersama. Guna meneruskan rancangan ide dan gagasan setiap kandidat.
Tak hanya itu, dia juga berpesan agar Ova membuka pintu diskusi selebar-lebarnya. Khususnya membangun relasi lintas stakeholder. Sehingga UGM tak hanya mampu membangun lingkungan kampus tapi juga demi kepentingan khalayak luas.
"Kami sarankan kepada Prof. Ova untuk bekerja sama memanfaatkan ide-ide gagasan dari calon rektor yang lain. Bahkan secara spesifik kami sarankan untuk membuat forum diskusi. Juga bersama semua stakeholder agar apa yang menjadi tanggungjawab dan amanah Prof. Ova sebagai rektor kedepan dapat dijalankan sebaik-baiknya," pesannya. (Dwi)
Editor : Editor News