Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama Ganjar Pranowo mengaku senang Nitilaku terselenggara kembali. Terlebih sempat mengalami kesulitan ditahun-tahun sebelumnya. Baginya ini menjadi momen bernostalgia sekaligus menilik kembali sejarah berdirinya UGM yang ditampilkan melalui pertunjukkan teatrikal.
“Ini merupakan komitmen kita dan juga teman-teman Kagama seluruh dunia mencoba beraktivitas sesuai dengan kepengurusan, komunitas, dan aktivitas masing-masing, bisa membantu masyarakat. Karena istilah guyub dan migunani ini ternyata dipraktekan oleh kawan-kawan. Itu yang membikin kita senang, terharu, mereka bisa membantu,” jelas Ganjar di Grha Sabha Pramana UGM, Sabtu (18/12).
Ganjar berharap keluarga besar Kagama dapat guyub dan berkontribusi pada kampus, lingkungan dan negara. Diawali dari lingkup yang paling kecil. Seperti isu perundungan yang belakangan ini semakin marak terjadi di lingkungan pendidikan.
Tak hanya itu, Ganjar juga mengajak para alumni peduli terhadap kondisi sekelilingnya. Seperti merawat dan menjaga lingkungan. Hingga isu permasalahan yang kerap dihadapi anak dan perempuan.
“Tadi lagi dibicarakan ada yang sedang menyiapkan bagaimana menangani bullying yang sekarang lagi parah. Jadi, isu lingkungan, perempuan dan anak ini juga dibicarakan. mudah-mudahan jadi agenda yang nanti masuk di 2022,” katanya.
Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan, rasa guyub rukun serta prinsip migunani yang dijunjung tinggi oleh Kagama. Semangat inilah yang menjadi inspirasi bagi alumni universitas-universitas yang lain. Panut menambahkan Kagama selalu memberikan kontribusi dan memberi manfaat bagi bangsa dan negara.
Para rektor, lanjutnya, menyatakan kekaguman terhadap keberadaan Kagama. Mampu dan terlihat kompak dalam interaksi dengan masyarakat. Selain itu juga memiliki kontribusi besar dalam membangun kampus hingga bangsa dan negara.
“Ketika saya bertemu dengan rekan-rekan rektor itu selalu mengatakan bagaimana Kagama bisa menjadi kompak dan bisa begitu berkontribusi. Saat ini banyak rekan-rekan rektor juga menggalang alumninya untuk bisa mengikuti dan mencontoh kiprah Kagama,” ujarnya.
Gelaran Nitilaku 2021 diisi dengan berbagai rangkaian acara. Dantaranya lari sejauh 72 kilometer yang diikuti sebanyak 18 pelari pada Jumat malam (17/12). Adapula pelelangan tanaman anggrek langka milik Kagama Orchid dan terjual seharga Rp. 20 juta. Hasil dari pelelangan ini akan disumbangkan ke korban erupsi Gunung Semeru.
Keseruan tak berhenti sampai di situ. Nitilaku 2021 juga dimeriahkan oleh penampilan penyanyi Happy Asmara dan Padi Reborn yang membawakan lagu Kagama Bhakti dengan aransemen yang berbeda. (co1/dwi) Editor : Editor News