Kampus Instiper identik dengan perkebunan Indonesia sejak zaman dahulu. Kampus ini berdiri tepat setahun setelah nasionalisme perkebunan di Indonesia atau 10 Desember 1958. Tepatnya saat jabatan Direktur Pangan dan Pertanian Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/ BAPPENAS dipegang oleh Anang Noegroho Setyomoeljono..
"Peranan Teknologi didasarkan pada rekam jejak, ide, gagasan, kontribusi dan perannya disektor perkelapasawitan dalam bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa," jelasnya usai menghadiri Dies Natalis Instiper Jogjakarta, Sabtu (11/12).
Mahasiswa Instiper sudah di bekali dengan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Wujud adaptasi dengan kurikulum pendidikannya berbasis dunia usaha dan Industri. Mahasiswa juga akan diberikan kesempatan untuk magang di sebuah perusahaaan mitra kerja.
“Bertujuan untuk mendapatkan bekal pengalaman kerja dan lebih memahami dunia industri,” jelas Rektor Instiper Jogjakarta Harsawardana.
Komitmen yang di berikan Instiper bagi mahasiswa yaitu akan mengembangkan bakat dan meningkatkan kegiatan melalui kompetisi Co-kurikuler atau kegiatan pendamping kurikulum. Dibentuk dalam Academy Instiper melalui pendekatan komunitas hobi.
“Ada beberapa Academy yang telah terbentuk meliputi, IT Academy, Robotics Academy, Drone Academy, English Academy, Smartgreenhouse Academy, Artificial Intelligence Academy, Bakery Academy, dan Coffee Academy, Multimedia Technology Academy, IoT (Internet of Things) Academy, dan Technopreneurship Academy,” ujarnya. (om11/dwi) Editor : Editor News