Sekretaris Umum PP GPMB Robinson Rusdi menjelaskan sejarah GPMB. Dua puluh tahun lalu, di Istana Bogor pada tanggal 23 hingga 25 Oktober 2001 terselenggara Seminar Nasional oleh Perpustakaan Nasional. Membahas tentang Perkembangan Minat Baca yang dihadiri tokoh-tokoh Perpusnas, pegiat literasi, pendidik dan dosen, serta komunitas-komunitas.
“Pada tanggal 25 Oktober 2001, semua peserta sepakat meluncurkan GMPB, dengan tujuan untuk menumbuhkan minat baca di kalangan masyarakat terutama generasi muda,” jelasnya Robinson Rusdi.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Deni Kurniadi mewakili Kepala Perpustakaan Nasional RI menjelaskan ada lima tingkatan literasi. Mulai dari kemampuan membaca menulis berhitung dan sains, akses bahan baca terjangkau, paham apa makna tersirat dari yang tersurat.
“Adapula memiliki mental yang kuat dan karakter tangguh dan inovatif terhadap teknologi. Terakhir adalah memiliki iptek yang dapat diimplementasikan dalam produksi barang dan jasa yang kompetitif,” katanya.
Narasumber dalam acara webinar ini adalah tokoh-tokoh literasi nasional terkemuka. Pertama, Prof. Dr. Netti Herawati, MSi, Ketua Umum PP Himpaudi dengan topik Menumbuhkembangkan Literasi Sejak 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Kedua, Hj. Arumi Bachsin Emil Dardak, S.E.; Bunda Baca dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur; dengan topik Peran Bunda Baca dalam Menumbuh-kembangkan Literasi pada Anak.
Ketiga, Dr. Tjahjo Suprajogo, MSi; Ketua Umum PP GPMB dan Dosen Kebijakan Publik Program Pasca Sarajana / Wakil Direktur Program Profesi IPDN Kemendagri; membawakan topik Keluarga dan Masyarakat sebagai Pendorong dalam Pengembangan Literasi pada Anak.
Keempat, Masfufah, M.Pd.; Pengajar ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Tuna Ganda SLB Matahati dan Rumah Literasi Indonesia – Banyuwangi; dengan topic Praktik Baik Literasi untuk ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Dan Herlina Mustikasari, MA., PhD.; Ketua P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Tangsel; yang membawakan topic Literasi untuk Perlindungan Anak.
Acara ini dimeriahkan dengan beragam penampilan spesial seni budaya yang menarik. Seperti musisi Ferry Curtis yang membawakan lagu Mari Membaca, Jangan Berhenti Membaca dan Anak Kecil Kehilangan Bendera. Adapula parade Puisi Literasi 17 Pengurus Daerah GPMB oleh Rahayuningtyas, demonstrasi Read Aload oleh Julia Budihardja dan Dongeng Keluarga Cinta PD GPMB Kalimantan Timur oleh Fitri Susilowati.
“Budaya baca dan literasi itu penting masuk ke dalam pendidikan keluarga secara holistik. Hal inilah yang akan terus kami diperjuangkan. Tentunya berkolaborasi dengan para mitra hingga stakeholder gerakan literasi lainnya,” ujarnya. (vis/dwi) Editor : Editor News