Ground-Breaking Ceremony pembangunan Masjid Walidah Dahlan ini dihadiri secara virtual oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Rektor UNISA Yogyakarta Warsiti, menyampaikan bahwa momentum awal pembangunan masjid saat ini sangat tepat karena dilaksanakan di awal tahun 1443 Hijriyah dan bertepatan dengan peringatan 76 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Kedua momentum tersebut membawa dua semangat sekaligus, yaitu semangat hijrah yang membawa pesan perubahan berupa perjalanan spiritual menuju kehidupan yang lebih baik dan semangat kemerdekaan yang membawa pesan pembebasan manusia dari belenggu kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan.
Agenda ground-breaking ini juga bertepatan dengan momentum UNISA memasuki tahapan baru dalam rencana induk pengembangan dari tahap tumbuh menjadi tahap berkembang. Pada tahap ini, UNISA berkomitmen untuk meningkatkan peran strategis dan kepemimpinan di tingkat nasional maupun internasional.
Bangunan 7 lantai ini tidak hanya berupa masjid, tapi juga dimanfaatkan menjadi Islamic convention hall, perpustakaan dan parkir di semi basement. Selain untuk ruang shalat, akan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan civitas akademika UNISA dan masyarakat umum yang sejalan dengan cita-cita pendirian masjid Walidah Dahlan.
Konsep pembangunan masjid dirancang dengan pendekatan teknologi ramah lingkungan yang terdiri dari penggunaan AC, lampu dan lift hemat energi, daur ulang air bekas wudhu untuk menyiram tanaman, energi alternatif dengan panel surya, secondary skin dan kaca gedung peredam panas, dan dilengkapi dengan 3 opsi penghawaan ruang alami, mekanis (AC dan kipas angin) dan gabungan keduanya akan memanjakan para pengunjung/jamaah masjid. (om3/sky)
Editor : Editor News