Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menjadi tuan rumah konferensi international “The Network: Toward Unity for Health (TUFH) 2021”. Konferensi yang digelar tanggal 20-23 Juli 2021 ini akan diikuti oleh ratusan akademisi dari negara-negara di Asia, Afrika, Amerika, Australia, dan Eropa.
Dekan FK-KMK UGM Prof dr Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp OG(K)., PhD menuturkan, tahun ini adalah kali kedunya UGM menjadi co-host dalam TUFH Conference, setelah pada tahun 1990-an menjadi co-host untuk pertama kalinya.
“Kenapa bisa menjadi host, ini berkaitan dengan misi dari TUFH itu sendiri yang mempunyai orientasi untuk menyejahterakan masyarakat. Misi bertanggung jawab sosial kepada masyarakat, ini sejalan dengan visi UGM yang akan selalu mengarahkan upaya tridarma untuk mengabdi pada kepentingan bangsa dan masyarakat,” ujar Prof Ova dalam press conference yang diadakan secara daring pada Senin (19/7).
Menurut dia, diangkatnya tema ini berkaitan dengan minat lulusan tenaga kesehatan yang masih rendah untuk ikut berpartisipasi pada layanan kesehatan primer di masyarakat seperti puskemas.
Dia menuturkan, secara umum kegiatan konferensi internasional TUFH 2021 memiliki tujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui usaha-usaha pendidikan dan melibatkan stakeholders secara komprehensif;. Juga melalui diseminasi proyek dan penelitian terkait interprofessional education, community-based education, social accountability, primary care, dan educational innovations; menjalin komunikasi antarpeneliti, institusi
pendidikan kedokteran dan kesehatan di seluruh duni.
"Juga menginisiasi gerakan social accountability untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat melalui pendidikan kedokteran dan kesehatan yang bermartabat," jelasnya.
Mengamini pernyataan Prof Ova, Executive Director of TUFH Nicholas Torres mengungkapkan, setiap region di seluruh dunia juga menghadapi tantangan serupa. Menurutnya, belum ada negara yang bisa seratus persen mengatasi hal tersebut. Harapannya, dengan penyelenggaraan konferensi ini mampu meningkatkan kapasitas SDM yang akan berimbas pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan dapat mewujudkan kesehatan bagi semua.
Ketua Panitia TUFH Conference 2021, Prof dr Ganes Retno Rahayu, M.Med.Ed., PhD menuturkan, akan ada empat keynote speaker yaitu Prof Ova Emilia di hari pertama, perwakilan dari mahasiswa, Donald Li, dan Janet Grant. Selain itu, kegiatan juga akan diisi dengan oral presentation, workshop, TUFH Talk, dan pemutaran dokumenter mengenai inovasi dari institusi-institusi yang bergabung dengan TUFH.
“Mulai tanggal 20 sudah dimulai conference, ada solution challenge. Akan membahas tiga isu yang dipilih yang berkaitan dengan tema tahun ini. Akan dibahas isi, problem, dan solusi. Setelah selesai akan menjadi materi deklarasi. Setiap sesi bisa diikuti oleh dosen dan mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga disediakan sesi tersendiri,” ujarnya.
Prof Ganes juga menjelaskan topik mengenai pandemi akan menjadi salah satu pembahasan dalam beberapa oral presentation. Meski tidak membahas mengenai obat dan terapi untuk Covid-19 ataupun teknologi yang dapat mengatasi pandemi.
TUFH sendiri adalah organisasi internasional yang membina layanan kesehatan, pendidikan dan penelitian yang berorientasi pada masyarakat yang adil dengan tujuan meningkatkan kesehatan secara lokal dan global. Kegiatan konferensi internasional ini rutin diadakan setiap tahun dengan co-host dari berbagai regium yang berbeda di setiap penyelenggraannya. (sce/om1/ila) Editor : Administrator