Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

STMIK AKAKOM Peringati Dies Natalis ke-42

Administrator • Rabu, 30 Juni 2021 | 21:16 WIB
DIES NATALIS: Suasana live streaming Dies Natalis ke-42 STMIK AKAKOM pada Rabu (30/6). (AHMAD SYARIFUDIN/RADAR JOGJA)
DIES NATALIS: Suasana live streaming Dies Natalis ke-42 STMIK AKAKOM pada Rabu (30/6). (AHMAD SYARIFUDIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Dalam momen Dies Natalis ke-42 STMIK AKAKOM terus meningkatkan kontribusi dalam pengembangan teknologi digital. Rapat Senat Terbuka dan Terbatas dilakukan secara live streaming pada Rabu (30/6).

Pengembangan ini, salah satunya berupa perubahan bentuk dari sekolah tinggi menjadi universitas. Selain itu, kampus ini juga sedang menyelaraskan dengan kebijakan pemerintah, di antaranya program Kampus Merdeka yang merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar.

Photo
Photo
ONLINE: Suasana live streaming Dies Natalis ke-42 STMIK AKAKOM pada Rabu (30/6). (AHMAD SYARIFUDIN/RADAR JOGJA)

Ketua STMIK AKAKOM Ir. Totok Suprawoto, M.M.,MT menjelaskan, upaya pengembangan ini demi mengambil peran lebih luas dalam perkembangan teknologi informasi. “Kami sudah melakukan usulan tinggal menunggu izin dari pemerintah. Meskipun melakukan perubahan kami masih fokus pada teknologi digital,” jelasnya.

Sebagai upaya untuk berubah menjadi universitas, pihaknya menambah 3 program studi baru. “Teknik Komputer S1 sudah direkomendasikan dua lagi masih menunggu. Setelah itu, tinggal menunggu visitasi,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya telah berhasil meloloskan 6 orang untuk mengikuti program Kampus Merdeka. Hal ini cukup membanggakan mengingat mereka harus berkompetisi dengan puluhan ribu mahasiswa lain. “Di dalam program itu ada magang dan sertifikasi. Kami bekerja sama dengan perusahaan baik itu di level nasional maupun internasional,” jelasnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Widya Bakti Yogyakarta Ir. Teguh Wiyono Budi Prasetyo, M.M. menambahkan, pihaknya menyoroti transformasi teknologi digital. “STMIK Akakom concern pada digitalisasi pendidikan. Menjadi konsekuensi logis perubahan zaman terutama dalam proses belajar-mengajar. Teknologi digital sebagai instrumen utama dalam kegiatan pendidikan,” jelasnya.

Dia pun berharap pemerintah dapat meningkat infrastruktur yang mendukung transformasi tersebut. “Kita dituntut untuk berubah kalau tidak kita akan tertinggal jauh. Harapannya STMIK Akakom menjadi rujukan kalau mau belajar teknologi digital ke STMIK Akakom,” jelasnya. (asa/ila) Editor : Administrator
#Dies Natalis #Akakom