Dari jumlah itu seluruh mahasiswa D-IV diwisuda secara langsung. Sedangkan mahasiswa D-1 diwakili oleh 76 orang yang semuanya meraih predikat cumlaude. Salah satu yang meraih prestasi itu terdapat nama Yusril Ihza Mahendra.
Namun Yusril yang ikut wisuda itu bukanlah pakar hukum tata negara sekaligus mantan menteri sekretaris negara di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Yusril ini dari Provinsi Nusa Tenggara Barat,” terang Senthot didampingi Pembantu Ketua I Rakhmat Riyadi.
Adapun lulusan terbaik dengan predikat dengan pujian program studi D-IV pertanahan konsentrasi manajemen pertanahan diraih Dinar Wisnu Wardhani. Dia meraih IPK 3,80 utusan Provinsi Jawa Tengah.
Konsentrasi Perpetaan diraih Saadilah Khairi dengan IPK 3,79 dari Provinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan program D-1 pengukuran dan pemetaan kadastral atas nama Dera Denisa Widyawati dengan IPK 3,87 asal Provinsi Jawa Tengah dan Aura Laksinating Jalma dengan IPK 3,87 dari Provinsi Jawa Tengah.
Senthot menambahkan, kampusnya tengah mengembangkan program studi baru. Tujuannya membantu pekerjaan pemerintah daerah. Contohnya program studi tata ruang dan administrasi pertanahan daerah. Ada juga program studi penilaian dan perpajakan tanah. Kedua program itu diperlukan membantu pemerintah daerah menjalankan sembilan kewenangan.
Jalannya wisuda dilakukan di bawah pengawasan protokol kesehatan yang ketat. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Wakil Kepala BPN Surya Tjandra mengapresiasi langkah STPN itu.
“Semua yang hadir pada acara wisuda harus rapid test. Para wisudawan juga sudah karantina sebelumnya karena tinggal di asrama,” katanya.
Dia bersama rombongan dari Kementerian ATR/BPM sebagai tamu juga menjalani rapid test. “Saya kira ini acara istimewa dan unik. Sayang tidak semua bisa ikut. Baik taruna maupun orang tua hadir via daring. Saya kira ini sebuah acara yang unik dan juga mengesankan,” pujinya. (kus/ila) Editor : Administrator