Nah, guna optimali-sasi peran tendik, Ke-menristekdikti mendo-rong setiap perguruan tinggi melakukan pen-dataan melalui sistem registrasi. Layaknya tenaga pengajar. Tendik terbagi dua klasifikasi, yakni teram-pil dan ahli. Nantinya setiap tenaga kependidikan akan memiliki Nomor Induk Tenaga Kependidikan (NITK). "Sistemnya kami targetkan selesai akhir tahun ini," katanya.
Kasubdit Karier Tenaga Kependidikan Kemenristek Dikti Ferry Ramadhan menambahkan, latar belakang pendidikan tendik di perguruan tinggi negeri tidak selalu sama. Menurutnya, sebagian besar (70 persen) laboran terampil adalah lulusan D3. Sementara sisanya sarjana (S1).Hal sebaliknya terjadi pada tendik ahli. "Data Kemenristekdikti menunjukkan jumlah ten-dik di Indonesia mencapai 3.150 orang. Empat pu-luh persen tenaga ahli, sisanya tenaga terampil," jelasnya. (dwi/yog/ong) Editor : Administrator