BANTUL - SMA Negeri 1 Bantul terpilih mewakili Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) maju ke lomba sekolah sehat tingkat nasional (LSNN). Sedangkan ting-kat SMP diwakili SMP Negeri 2 Kalasan, Sleman, dan SDN Bantul 1 Manunggal untuk tingkat seko-lah dasar. Terkait dengan itu, hari ini (4/6), SMA Negeri 1 Ban-tul bakal menerima kunjungan assesment tim yuri LSNN. "Kami siap menerima assess-ment juri LSNN dan insyaallah tidak mengecewakan DIJ," ung-kap Kepala SMA Negeri 1 Bantul Dra Titi Prawiti Sariningsih MPd di ruang kerjanya kemarin (3/6).Sebagai sekolah sehat, lanjut Titi, seluruh warga sekolah yang berlokasi di Jalan Wakhid Ha-syim Bantul itu telah membia-sakan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).PHBS itu telah menjadi budaya keseharian mereka. Jauh hari sebelum lomba tersebut me-reka telah terbiasa dengan gaya hidup sehat."Itu kami pertahankan terus. PHBS menjadi budaya seluruh warga sekolah, keluarganya, dan masyarakat setempat," kata Titi.Ia juga mengungkapkan, se-jumlah program dan kegiatan unggulan sekolah sehat yang berjalan di sekolahnya. Program tersebut adalah " Cintai Paru-Parumu". Diambilnya pro-gram unggulan tersebut, karena angka TB paru di Indonesia cu-kup tinggi, dan angka perokok usia remaja di Indonesia sema-kin meningkat. Demikian juga tingkat polusi udara yang tinggi, serta perilaku masyarakat yang masih merokok di sembarang tempat. "Melalui program Cintai Paru-parumu, kami ingin meningkat-kan pengetahuan dan pemaha-man tentang pentingnya men-jaga kesehatan paru-paru mela-lui perilaku hidup bersih dan sehat bagi siswa, guru, karyawan dan keluarganya, maupun ma-syarakat sekitar," tegasnya.
Dengan demikian, keberadaan SMA Negeri 1 Bantul sebagai sekolah sehat tak hanya dirasa-kan internal sekolah, juga warga yang tinggal di kawasan tersebut.Di bagian lain Titi menerang-kan, SMA Negeri 1 Bantul telah melakukan berbagai inovasi dengan menjalankan trias unit kesehatan sekolah (UKS). Yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan ling-kungan sekolah sehat. Inovasi itu antara lain dengan melak-sanakan sejumlah kegiatan. Di antaranya program "Sepekan" atau sekolah peduli kasus anemia, sekolah peduli kesehatan repro-duksi remaja, sekolah sayangi ginjal, dan sekolah peduli mal nu-trition maupun pelayanan kese-hatan di UKS yang ramah remaja. "Semua inovasi tersebut sangat mendukung solusi permasalahan kesehatan remaja," lanjutnya. SMA Negeri 1 Bantul juga me-nyelenggarakan berbagai kegiatan mendukung program UKS dengan menggalang kerja sama bersama mitra kerja. Bentuknya berupa pelatihan dan pelaksanaan bidan remaja, dokter remaja, remaja mahir gizi, kader penyuluh bahaya rokok dan narkoba. Lalu donor darah, penyuluhan kesehatan reproduksi, pengolahan pangan lokal, bakti sosial dan lain-nya. "Semua kegiatan itu sangat bermanfaat bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar," papar Titi.Dalam melakukan kegiatan tersebut, pihaknya juga meng-undang siswa dan guru pendam-ping sekolah lain di sekitar SMA N 1 Bantul. Program tersebut dikemas dalam kegiatan yang menarik bagi anak usia remaja. (**/kus/amd/ong) Editor : Administrator