JOGJA - Kementerian Transmigrasi RI mempersiapkan pemberangkatan 100 kepala keluarga (KK) dalam program transmigrasi tahun ini. Jumlah tersebut terdiri atas 85 KK transmigrasi lokal dan 15 KK transmigrasi karya nusantara.
Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia (RI) Viva Yoga Mauladi mengatakan, transmigrasi lokal terdiri dari 50 KK ditempatkan di kota Batam, Riau, dan 20 KK di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Serta 30 KK di Sulawesi terdiri dari 15 transmigrasi lokal dan 15 transmigrasi karya nusantara
“Dan untuk Jogja ada enam kepala keluarga yang diberangkatkan,” katanya saat ditemui seusai acara Pelepasan Transmigrasi dan Pembacaan Pemenang Lomba Storytelling di Hotel Grand Keisha, Sleman, DIY, Senin (12/10/2026).
Dia pun menilai, paradigma transmigrasi saat ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Jika dahulu pelaksanaannya cenderung sentralistis, kini program tersebut lebih berorientasi pada desentralisasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: DPRD Bantul Nilai Kebijakan Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Bisa Jaga Standar Akademik
Oleh karena itu, para calon transmigran dibekali keterampilan yang disesuaikan dengan potensi wilayah penempatan. Bekal tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengolah lahan. “Agar diolah menjadi sumber ekonomi bagi keluarga, dan dengan adanya itu kita harapkan dapat meningkatkan pendapatan mereka,” harapnya.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah juga akan terus melakukan pembinaan dan pemantauan terhadap perkembangan para transmigran.
Selama satu tahun, mereka mendapatkan jaminan hidup untuk mendukung proses adaptasi hingga mampu hidup mandiri. Sehingga, program Kementerian Transmigrasi tidak sekedar memindahkan penduduk, tetapi lebih berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan.
Ia menilai, keputusan menjadi transmigran membutuhkan keberanian karena peserta harus meninggalkan keluarga dan kampung halaman demi meraih kehidupan yang lebih baik.
Baca Juga: KAI Daop 6 Jogja Catat Tonase Angkutan Barang Naik 12 Persen, Angkutan BBM Mendominasi
Lanjutnya, beberapa komoditas yang menjadi fokus pengembangan di wilayah transmigran antara lain kedelai, pala, durian, kopi, dan padi. Dia mencontohkan wilayah penempatan di Sulawesi yang memiliki potensi pertanian padi dan perkebunan kopi. Para calon transmigran yang telah mendapatkan pelatihan untuk mengembangkan komoditas, dalam pelaksanaannya tetap menyesuaikan kondisi di lapangan dan pilihan calon transmigran.
“Namun, tetap dalam proses pemilihan ada monitoring dan dikawal oleh Kementerian Transmigrasi dan pemerintah daerah,” jelasnya.
Terkait jadwal pemberangkatan, pihaknya memperkirakan para calon transmigran akan diberangkatkan November mendatang. Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan sejumlah persiapan teknis, mulai dari infrastruktur, perumahan, pekarangan, hingga akses jalan.
“Ini sedang kita selesaikan. Kalau sudah selesai sempurna, baru kita berangkatkan kira-kira bulan depan,” tegasnya.
Baca Juga: Waspada Gelombang Laut, Pemancing di Pesisir Gunungkidul Diimbau Tak Memaksakan Diri
Ia berharap, dalam waktu satu tahun para transmigran mampu mandiri secara ekonomi dan memenuhi kebutuhan keluarga dari hasil pengolahan lahan. Berdasarkan pemantauan terhadap transmigran sebelumnya, ketekunan, kerja keras, inovasi, serta pendampingan pemerintah daerah dinilai mampu meningkatkan pendapatan mereka.
“Mereka rata-rata berubah nasibnya, berubah, tingkat pendapatannya naik,” tuturnya.
Tahun depan, pihaknya memperkirakan sekitar 60 KK akan mengikuti program transmigrasi berdasarkan rencana kerja tahunan (RKT). Namun, jumlah tersebut masih perlu ditelaah lebih lanjut karena proses seleksi dilakukan secara ketat.
“Intinya, bukan hanya sekadar menyediakan lahan, tetapi ke depannya potensi ekonomi apa, produk unggulan apa di kawasan itu, dan nilai ekonominya berapa,” jelasnya.
Baca Juga: Ikan Mas Koki Jadi Peluang Usaha Generasi Muda di Magelang; Pasarkan lewat Platform Digital
Sementara itu, Kepala Bidang Pelindungan dan Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Elly Suppriyanti mengatakan, enam KK asal DIY akan ditempatkan di tiga wilayah di Sulawesi.
Rinciannya, tiga KK ditempatkan di Torire, Poso, Sulawesi Tengah. Kemudian, dua KK merupakan transmigran pengganti di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. "Dan satu KK transmigran pengganti di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara," rincinya.
Selain mempersiapkan pemberangkatan transmigran, Disnakertrans DIY berupaya mengenalkan transformasi program transmigrasi kepada generasi muda melalui lomba storytelling bertema Transmigrasi Reborn: Ketika Anak Muda Bercerita tentang Masa Depan Nusantara.
Lomba tersebut diikuti mahasiswa aktif dari perguruan tinggi di DIY. Menurutnya kegiatan ini mendapatkan respons positif. Sebanyak 35 peserta dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti perlombaan. Peserta juga mengunggah video storytelling melalui media sosial.
“Dari itu telah diperoleh lebih dari 140 ribu view,” katanya.
Baca Juga: Cegah Antraks Terkendala Vaksinasi, Kesadaran Peternak Minim: Empat Kabupaten Berstatus Tertular
Capaian tersebut dinilai menjadi hasil positif bagi Disnakertrans DIJ. Sebab, pesan mengenai transformasi transmigrasi tidak hanya disampaikan melalui perlombaan, tetapi juga menjangkau masyarakat luas melalui media sosial.
Kepala Disnakertrans DIY Ariyanto Wibowo menambahkan, pihaknya turut menyeleksi enam KK calon transmigran tersebut. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan minat, semangat, serta kemampuan calon peserta untuk beradaptasi dengan wilayah penempatan.
Selain keterampilan teknis, calon transmigran juga dipersiapkan dari sisi mental dan keterampilan sosial. Kemampuan beradaptasi dan menyelesaikan masalah dinilai penting agar mereka mampu menghadapi berbagai kendala selama mengelola lahan di daerah tujuan.
“Harapannya nanti bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujarnya. (cin)
Editor : Winda Atika Ira Puspita