Forum Parlemen Nyawiji Pertemukan Organisasi Masyarakat Sipil, PT, Media, dan Dunia Usaha,

Kusno S Utomo • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 06:07 WIB
Ketua DPRD DIY Nuryadi menandatangani dokumen menandai peresmian Forum Parlemen Nyawiji yang melibatkan kolaborasi organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, media, dan dunia usaha di gedung DPRD DIY kemarin (16/9). Foto bawah Sekretaris DPRD DIY Yudi Ismono menyampaikan laporan pembentukan Forum Parlemen Nyawiji.
Ketua DPRD DIY Nuryadi menandatangani dokumen menandai peresmian Forum Parlemen Nyawiji yang melibatkan kolaborasi organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, media, dan dunia usaha di gedung DPRD DIY kemarin (16/9). Foto bawah Sekretaris DPRD DIY Yudi Ismono menyampaikan laporan pembentukan Forum Parlemen Nyawiji.

 

 Kehadiran Forum Parlemen Nyawiji yang diinisiasi Sekretariat DPRD DIY dengan mempertemukan berbagai lembaga mendapatkan apresiasi sejumlah kalangan. Salah satunya seperti dikemukakan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY Setyabudi Indartono.

            “Forum Parlemen Nyawiji tidak hanya menjadi ruang dialog, tapi bisa membentuk ekosistem perguruan tinggi yang berdampak,” ucap Setyabudi saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Forum Parlemen Nyawiji di ruang paripurna gedung DPRD DIY Rabu(16/9).

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons dilibatkannya perguruan tinggi dalam Forum Parlemen Nyawiji. Ada sebanyak 25 universitas yang menjadi anggota forum tersebut. Terdiri dari tiga perguruan tinggi negeri (PTN) dan 22 perguruan tinggi swasta (PTS).

Baca Juga: Merasa Tak Terlibat Judol, 2.000 Eks KPM Ajukan Sanggah: Keputusan di Tangan Kemensos

Dikatakan, dengan adanya peran serta perguruan tinggi itu diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat. Ini sebagai implementasi atas komitmen bersama perguruan tinggi di DIY. “Itu juga akan membentuk ekosistem yang semakin baik,” katanya.

Setyabudi menilai, Forum Parlemen Nyawiji cukup relevan dan strategis. Mempertemukan kebutuhan perumusan kebijakan daerah dengan kepakaran ilmiah perguruan tinggi. Ini selaras dengan Sarasehan Sains dan Teknologi Apresiasi (SSTY) DIY 2026 yang melibatkan 22 Konsorsium PTN-PTS se-DIY belum lama ini.

 Dia berharap jalinan kolaborasi itu terus diperkuat. Setyabudi juga menyampaikan aspirasi di hadapan Ketua DPRD DIY Nuryadi. “Kerja sama antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi semakin dipererat. Kami mohon anggarannya bisa ditambah,“ harapnya. Mendengar aspirasi itu, Nuryadi tampak tersenyum sambil manggut-manggut.

Baca Juga: Skrining TBC Diperluas, Dinkes Kota Magelang Masih Andalkan X-Ray Portable Pinjaman

Saat meresmikan Forum Parlemen Nyawiji itu,  ketua dewan menyatakan,  Forum Parlemen Nyawiji hadir sebagai bentuk komitmen membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Sinergi berbagai kalangan dibutuhkan agar kebijakan yang dihasilkan dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Forum Parlemen Nyawiji ini merupakan wujud kolaborasi nyata dan bukan sekadar wacana. Ini menjadi momentum memperkuat sinergi sebagai fondasi kerja sama jangka panjang yang terus kami kembangkan ke depan,” tegas Nuryadi.

Ketua dewan  menegaskan kesiapannya memfasilitasi Forum Parlemen Nyawiji ini agar kolaborasi yang dibangun dapat memberikan manfaat. Sekaligus meneguhkan komitmen untuk mendengar. “Mari kita satukan langkah. Nyawiji demi kemajuan DIY,” tegasnya.

Baca Juga: Korban dan Tiga Saksi Kekerasan Seksual di Sleman Diintimidasi, Minta Perlindungan ke LPSK

Sekretaris DPRD DIY Yudi Ismono dalam laporannya menjelaskan, Forum Parlemen Nyawiji itu mempertemukan organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, media dan dunia usaha dengan pemerintah daerah dalam satu wadah. Detailnya ada 25 perguruan tinggi, 23 organisasi masyarakat sipil, delapan media dan satu unsur dunia usaha. “Ini merupakan bentuk ihtiar meningkatkan kualitas kebijakan,” kata Yudi.

Dia kemudian mengungkapkan filosofi Nyawiji yang berarti menyatu dalam satu tujuan. Yudi juga menyebutkan pentingnya menjaga keselarasan alam sebagaimana terkandung dalam ungkapan hamemayu hayuning bawana. Lalu adil lestari, dan gotong royong hingga sepi ing pamrih rawe ing gawe.

Semua itu perlu menjadi pegangan dalam membangun kolaborasi di Forum Parlemen Nyawiji yang akan diimplementasikan pada 2027. Harapannya, tercipta kebijakan yang inklusif, terbuka, dan partisipatif. “Tidak lagi bersifat sektoral,” tandas mantan sekretaris Inspektorat DIY ini. (kus) 

 

Editor : Heru Pratomo
forum parlemen nyawiji dunia usaha perguruan tinggi masyarakat sipil Ketua DPRD DIY Nuryadi