Komisi C DPRD DIY dan Dinas PUPESDM DIY Kawal dan Optimalkan Fungsi Embung

Kusno S Utomo • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 07:07 WIB
IDENTIFIKASI PERSOALAN: Komisi C DPRD DIY meninjau pengerjaan fisik di Embung Bimomartani, Ngaglik, Sleman. SETWAN DPRD DIY
IDENTIFIKASI PERSOALAN: Komisi C DPRD DIY meninjau pengerjaan fisik di Embung Bimomartani, Ngaglik, Sleman. SETWAN DPRD DIY

 

 

 

JOGJA - Tahun Anggaran (TA) 2026 ini, Bidang Sumber Daya Air dan Drainase (SDAD) Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY melaksanakan pekerjaan peningkatan konstruksi jaringan irigasi di delapan embung.

Meliputi Embung Bimomartani, Bimomartani, Ngemplak, Embung Jetis Suruh Donoharjo, Ngaglik,  Embung Kaliaji, Wonokerto, Turi, dan Embung Tegaltirto, Berbah. Lalu tiga embung lainnya berada di Kapanewon Pakem. Mulai Embung Gatep Purwobinangun, Purwobinangun, Pakem, Embung Pakembinangun, Pakembinangun, Pakem, dan Embung Jurangjero, Harjobinangun, Pakem. Tujuh embung tersebut semuanya ada di wilayah Kabupaten Sleman. Sedangkan satu lagi Embung Bejiharjo, Karangmojo, di Kabupaten Gunungkidul.

Sumber anggaran kegiatan tersebut berasal dari APBD DIY TA 2026 dengan nilai sekitar Rp 4,4 miliar. Menindaklanjuti itu, Komisi C DPRD DIY meninjau pengerjaan fisik di Embung Gatep, Purwobinangun, Pakem, dan Embung Bimomartani, Ngaglik, Sleman.

Baca Juga: Kritisi Danais, Keberadaan SWY Dinilai Dibutuhkan: Ketua DPRD DIY Ingin Terus Menggalang Dialog
“Peninjauan kami lakukan dalam rangka mengidentifikasi berbagai persoalan di lapangan sebagai upaya mendukung optimalisasi fungsi embung bagi masyarakat,” ujar Anggota Komisi C DPRD DIY R. Inoki Azmi Purnomo kemarin (15/9). 

Kunjungan dalam daerah (KDD) itu dipimpin Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY Amir Syarifudin. Selain Inoki, beberapa anggota komisi ikut menyertai. Di antaranya, Anggota Komisi C Ispriyatun Katir Triatmojo, Timbul Suryanto, Aslam Ridlo dan Suwardi. Kehadiran anggota dewan itu disambut Lurah Purwobinangun R. Heri Suasana.

Di depan anggota dewan, Heri menceritakan, Embung Gatep belum dapat dimanfaatkan secara optimal akibat adanya kebocoran. Kondisi tersebut menyebabkan embung belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat seperti yang diharapkan. “Mohon kebocoran itu diperbaiki berikut selokannya agar dapat digunakan dengan maksimal,” harap lurah Purwobinangun. 

Mendengar itu, Amir sebagai pimpinan Komisi C mengungkapkan, Embung Gatep merupakan satu di antara 25 embung yang ada di bawah Dinas PUPESDM DIY. Embung seluas sekitar 1.500 meter persegi dinilai memiliki peran strategis. Sebab, diproyeksikan mampu mengairi lahan pertanian seluas kurang lebih 150 hektare.

Terkait terjadinya kebocoran embung seperti dilaporkan lurah Purwobinangun, Amir menilai, perlu ada kajian teknis dari Dinas PUPESDM DIY. Dia mengapresiasi laporan lurah mewakili masyarakat tersebut. Sebagai respons atas masalah itu, Amir juga memastikan telah dialokasikan anggaran Rp 357 juta melalui pergeseran anggaran guna mendukung penanganan awal. “Kami alokasikan melalui pergeseran angggaran. Mudah-mudahan pertanian kita semakin maju dan makmur,” harap wakil rakyat yang tinggal di Banguntapan, Bantul, ini. Dalam kesempatan itu, Amir mewanti-wanti agar setiap tahap pekerjaan disosialisasikan ke masyarakat. Harapannya, proses pelaksanaan bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga: Dinas PUPESDM DIY Bangun Kolaborasi Lintas Sektor dalam Pengelolaan Kawasan Rawan Longsor

Di bagian lain, Inoki menambahkan, aspirasi masyarakat yang belum dapat terakomodasi pada anggaran tahun ini akan terus dikawal. Menurut dia, prioritas saat ini menyelesaikan peningkatan saluran irigas agar lahan pertanian di sisi selatan embung dapat segera memperoleh pasokan air.

Di samping mengatasi kebocoran, kebutuhan lain yang diusulkan masyarakat berupa pembangunan akses jalan menuju embung yang perlu ditingkatkan. “Kami kawal untuk bisa segera dianggarkan tahun depan,” tandasnya.

Dari Embung Gatep, Purwobinangun, Pakem, kunjungan juga dilakukan ke Embung Bimomartani, Ngemplak. Kali ini kehadiran pimpinan dan anggota Komisi C dalam rangka memastikan pengerjaan fisik berjalan sesuai spesifikasi teknis dan target waktu. Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Baca Juga: Memancing Tengah Malam di Embung Tambakboyo, Angler Dibuat Kaget Usai Kail Menarik Ular Sanca

Inoki kembali mengingatkan, pembangunan bendung di kawasan Embung Bimomartani bakal memberikan suplai air ke saluran irigasi pertanian warga.  Embung Bimomartani ini dibangun dalam rangka mendukung ketahanan pangan. Dalam kunjungan itu, dewan memperoleh laporan pengerjaan fisik  melampaui target perencanaan. Nilai kegiatan mencapai Rp 594,5 juta.

Pekerjaan mencakup pembangunan bendung di hulu inlet, pintu air inlet, penguras, dan sand trap atau penangkap sedimen. Ini diperlukan untuk menyuplai air ke lahan pertanian. Khususnya saat musim kemarau. Selama ini air dari embung utama tidak dapat mengalir secara alami menuju lahan pertanian. Pengerjaan berlangsung selama 120 hari kalender mulai 31 Juli sampai dengan 27 November 2026. (kus) 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Komisi C DPRD DIY drainase Dinas PUPESDM DIY embung kunjungan dalam daerah