JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X angkat bicara di tengah munculnya isu yang dipicu pemasangan pagar kawat di salah satu pusat perbelanjaan. HB X meminta masyarakat tidak terpancing persepsi yang berlebihan.
HB X menilai langkah antisipasi dari pihak pengelola pusat perbelanjaan berakar dari kekhawatiran dan isu keamanan yang berkembang di masyarakat. Tindakan memasang barikade atau papan pengaman bisa melahirkan persepsi publik yang beragam terkait kondisi keamanan daerah.
Tak hanya itu, tiap pengelola usaha dianggap memiliki pertimbangan tersendiri berdasarkan pengalaman terdahulu. "Karena pengalaman sebelumnya kadang-kadang terjadi," ucapnya kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga: Kemarau Picu Krisis Air Bersih, Warga 11 Desa di Kabupaten Kebumen Mulai Bergantung Droping
Meski begitu, HB X tetap menekankan pentingnya konsolidasi di tingkat daerah untuk mencegah potensi kerawanan. Raja Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat ini mengingatkan penyampaian aspirasi dalam demokrasi merupakan hal yang wajar dan diizinkan selama mematuhi aturan serta tidak merusak fasilitas publik.
"Mau demonstrasi ya silakan, tapi juga bisa menjaga diri untuk tidak melakukan perusakan terhadap fasilitas publik maupun warga masyarakat yang lain," lontarnya.
Senada dengan HB X, Kapolda DIY Inspektur Jenderal Polisi Anggoro Sukartono menegaskan, kondisi wilayah Jogjakarta saat ini dipastikan aman dan kondusif. Ia membantah narasi kekhawatiran berlebih yang beredar di tengah masyarakat.
Baca Juga: Pangkas Waktu hingga Setengah Jam, Jembatan Sesek Temben Hadir Kembali Sepanjang 160 Meter
Terkait fenomena pemasangan kawat berduri di mal, Anggoro memastikan langkah tersebut murni kebijakan internal grup manajemen pusat perbelanjaan tersebut. Itu juga bukan atas dorongan situasi keamanan daerah.
"Ini harus ditanyakan kepada yang punya mal, bukan kepada polri. Apa yang terjadi ini kan mereka rangkaian yang ada di semua mal yang memang satu nama. Jadi bukan karena situasi keadaan, saya pastikan itu," cetusnya.
Kendati demikian, saat ini pihak kepolisian telah memetakan serta menyiapkan sistem pengamanan untuk seluruh agenda masyarakat. Mulai dari event musik hingga laga olah raga. Jajaran intelijen lintas institusi juga terus memantau pergerakan situasi di lapangan.
"Sementara prediksi tidak ada kegiatan yang mengarah kepada situasi yang dikhawatirkan. Fungsi intelijen mendeteksi situasi masih normal, Jogja kondusif, aman, dan terkendali," klaimnya. (ayu/wia).
Editor : Winda Atika Ira Puspita