JOGJA - Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) DIY menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi anggota DPRD Kabupaten Bantul.
Bimtek menggunakan metode pembelajaran klasikal dengan tema “Penguatan Kebijakan Ketahanan Ekonomi Daerah Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Bantul yang Tangguh dan Berdaya Saing,”.
Kegiatan ini diikuti 44 orang anggota dewan. Rinciannya, 12 peserta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan masing-masing enam peserta dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Ditambah tiga orang dari Partai Demokrat, dua peserta dari Partai Amanat Nasional (PAN), dua orang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan satu peserta dari Partai Ummat.
"Diklat ini penting untuk meningkatkan kompetensi, merefresh wawasan dan mengasah sikap responsif terhadap dinamika masyarakat," kata Kepala Bandiklat DIY Amin Purwani di sela acara yang berlangsung di Hotel Grand Rohan Jogja pada Kamis (16/7).
Sesuai jadwal acara berlangsung selama tiga hari, hingga Sabtu (18/7).
Amin menjelaskan, kebijakan yang dimaksud meliputi perencanaan pembangunan jangka menengah dan jangka panjang, Penyusunan anggaran, serta berbagai kebijakan lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
"Jadi misalnya ada isu aktual berupa permasalahan daerah, misalnya substansi penguatan UMKM untuk mendukung perekonomian daerah, seperti itu. Jadi itu menjadi bagian yang kemudian harus difasilitasi,” tuturnya.
Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi. Antara lain wawasan kebangsaan dan ketahanan negara, kebijakan anggaran dan pembangunan, penyusunan kebijakan ketahanan ekonomi daerah serta penguatan UMKM.
Lalu manajemen komunikasi dan public speaking, manajemen komunikasi reses, pengawasan terhadap pelaksanaan perda dan perkada, hingga isu-isu aktual serta formulasi tindak lanjutnya.
“Narasumber beragam dan kompeten di bidangnya sesuai materi yang diangkat dalam tema," terangnya.
Melalui pemaparan materi dari para narasumber yang kompeten di bidangnya, peserta diharapkan memiliki nasionalisme yang tinggi sehingga senantiasa bekerja dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.
Selain itu, bimtek ini diharapkan memberikan pemahaman mengenai kebijakan anggaran dan pembangunan.
Dengan demikan, fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dapat dilaksanakan anggota dewan. Khusus tema kali ini, peserta diharapkan memahami strategi pemanfaatan potensi daerah untuk penguatan ekonomi daerah.
Khususnya sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) guna mewujudkan perekonomian daerah yang mandiri.
Ketua DPRD Kabupaten Bantul Hanung Raharjo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi anggota parlemen.
Terutama dalam memperkuat kebijakan ketahanan ekonomi daerah berbasis sumber daya lokal yang tangguh dan berdaya saing.
"Harapannya, materi yang diberikan dapat memperluas wawasan dan juga insight untuk kami semua," ujar Hanung. Menurut dia, bimtek tak hanya menjadi kegiatan seremonial.
Tapi menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kerja sama antar anggota dewan.
Narasumber dari BBPKA PDN III Yogyakarta Nurhasyim menyampaikan materi tentang wawasan kebangsaan.
Dikatakan, pemahaman wawasan kebangsaan sangat penting bagi anggota DPRD karena dapat memperkuat kecintaan terhadap NKRI.
Sekaligus Menjaga nilai-nilai sejarah kebangsaan Indonesia.
Baca Juga: Pemkot Jogja Bergantung Kesiapan Sirip-Sirip, Kejar Target Malioboro Full Pedestrian di November
Sebagai wakil rakyat, pemahaman tersebut menjadi bekal untuk mewujudkan bangsa yang kuat, rukun, bersatu, berdaya saing tinggi, dan sejahtera.
"Meredam berkembangnya penonjolan primordialisme sempit, kesukuan, kedaerahan, dan mencegah disintegrasi," tutur Nurhasyim. (cin/kus)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja