JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup hemat dan menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan ekonomi. Menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sejak Rabu (10/6/2026) lalu.
Di antaranya, harga Pertamax naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Adapun harga Pertalite dan Biosolar subsidi tetap masing-masing Rp10.000 dan Rp 6.800 per liter
Menurutnya, kondisi ekonomi yang saat ini dihadapi masyarakat perlu disikapi dengan bijak melalui pengelolaan kebutuhan rumah tangga yang lebih terukur. Masyarakat diminta menghindari pengeluaran yang tidak diperlukan agar kondisi keuangan tetap terjaga.
"Ya kita ini jangan hidup boros. Kondisi memang penghasilannya tetap, mestinya dijaga bagaimana kebutuhan itu jangan di luar kemampuan, kan gitu," ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (15/6/2026).
HB X menilai gaya hidup konsumtif justru akan menambah beban masyarakat ketika harga sejumlah kebutuhan mengalami kenaikan. Karena itu, ia mengajak masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uang dan memprioritaskan kebutuhan yang benar-benar penting.
Menurutnya, kebiasaan membeli barang yang tidak dibutuhkan hanya akan membebani kondisi ekonomi keluarga tanpa memberikan manfaat yang sepadan. "Karena hidup boros itu untuk apa? Akhirnya beli yang enggak perlu, punya aset yang sebetulnya enggak perlu, untuk apa?," tegasnya.
Baca Juga: Tak Memenuhi IPAL, Delapan SPPG di Kulon Progo Ditutup Sementara
Saat dikonfirmasi mengenai aspek teknis penggunaan BBM, termasuk terkait kendaraan dinas di lingkungan Pemprov DIJ dan BBM bersubsidi, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci hal tersebut.
"Lah itu teknis lebih tahu Bu Sekda, bukan saya. Saya enggak tahu," tambahnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita