MAGELANG - Magelang meraih penghargaan Terbaik I kategori penurunan tingkat pengangguran tingkat kota dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali. Atas capaian ini pula, Kota Magelang memperoleh dana insentif fiskal sebesar Rp 3 miliar.
Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago dalam malam penganugerahan di Hotel Marriott Yogyakarta, Kamis (4/6) malam. Acara yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri itu menjadi ajang evaluasi kinerja pemerintah daerah dalam mengelola kebijakan ketenagakerjaan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Magelang menunjukkan tren menurun secara konsisten. Pada 2023, TPT tercatat sebesar 5,25 persen, turun menjadi 4,40 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 4,31 persen pada 2025.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang Handini Rahayu menilai, penurunan ini mencerminkan meningkatnya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor. "Tetapi ke depan yang perlu dijaga adalah kualitas dan keberlanjutan pekerjaan itu sendiri," ujarnya.
Pemkot Magelang mengaitkan capaian tersebut dengan sejumlah intervensi kebijakan. Terutama melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, penguatan layanan antar kerja, serta perluasan akses informasi lowongan melalui job fair dan bursa kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang Susilowati menyebut, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penempatan tenaga kerja. Tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja baru melalui pengembangan kewirausahaan.
Menurutnya, program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja menjadi kunci dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha. Di sisi lain, penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut mendorong terbentuknya lapangan kerja mandiri.
Dia mengatakan, program pengendalian pengangguran tidak hanya soal menyalurkan tenaga kerja. "Tetapi juga memastikan mereka memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri," kata Susilowati.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengutarakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat. "Kami ingin memastikan semakin banyak warga yang tidak hanya bekerja, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang secara ekonomi," bebernya.
Baca Juga: Sembilan SD Negeri Bakal Digabung, Disdik Gunungkidul Pertimbangkan Kondisi Siswa dan Guru
Atas capaian ini, Kota Magelang juga memperoleh insentif fiskal sebesar Rp 3 miliar dari pemerintah pusat. Dana tersebut direncanakan untuk mendukung program lanjutan di bidang ketenagakerjaan dan pengembangan ekonomi daerah.
Meski demikian, lanjut Damar, tantangan ke depan dinilai tidak ringan. Perubahan struktur ekonomi, kebutuhan keterampilan baru, serta dinamika pasar kerja menuntut pemerintah daerah untuk lebih adaptif.
Terlebih, peningkatan jumlah tenaga kerja muda setiap tahun membutuhkan strategi yang tidak hanya berorientasi pada kuantitas penyerapan, tetapi juga kualitas pekerjaan. Karena itu, dia mendorong generasi muda untuk tidak hanya bergantung pada pasar kerja formal, melainkan juga mengembangkan keterampilan dan jiwa kewirausahaan. (aya)
Editor : Heru Pratomo