YOGYAKARTA — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait rentetan isu panas yang mengguncang jalannya roda pemerintahan belakangan ini.
Dalam keterangan persnya, Prasetyo Hadi mengklarifikasi sejumlah langkah tegas yang diambil Istana, mulai dari penandatanganan surat pemberhentian pejabat yang tersandung kasus hukum hingga kepastian nasib kabinet.
Berikut adalah poin-poin penting pernyataan resmi Mensesneg Prasetyo Hadi dalam merespons dinamika terkini nasional:
1. Istana Prihatin Dua Kasus Korupsi dalam Sehari, Wamen Imigrasi Diberhentikan
Menanggapi terjadinya dua insiden hukum terkait korupsi dalam satu hari, Mensesneg menyampaikan rasa prihatin yang mendalam dari pihak Istana. Namun, ia menegaskan bahwa Presiden berkomitmen penuh dalam menyatakan perang terhadap korupsi sejak hari pertama dilantik.
Sebagai bentuk ketegasan, Presiden telah menandatangani surat keputusan pemberhentian terhadap yang bersangkutan dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Presiden berulang kali menyampaikan salah satu yang harus dipastikan adalah kita harus perang melawan korupsi. Membenahi institusi kita dan masing-masing diri kita," ujar Prasetyo Hadi. Beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada aparat penegak hukum (Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK) yang terus bekerja keras. Untuk posisi pengganti Wamen belum diputuskan karena tugas keseharian saat ini masih bisa ditangani oleh Menteri terkait.
Baca Juga: Perda KTR Melunak, Pemkab Kulon Progo Gandeng Sponsor Rokok Untuk Acara Hiburan
2. Anggaran Penegak Hukum Siap Ditambah Demi Berantas Korupsi
Menindaklanjuti arahan Presiden dalam Forum Sentul, seluruh jajaran penegak hukum diminta untuk terus melaksanakan tugasnya tanpa ragu. Jika membutuhkan perkuatan, instansi terkait diminta langsung menyampaikannya kepada Presiden. Istana bahkan berkomitmen untuk menambah anggaran penegakan hukum demi pencegahan.
"Ya, kalau kemudian nanti itu adalah bagian dari konsekuensi, kami pikir tidak ada masalah. Karena lebih baik kita menambah anggaran untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi, pilihannya lebih baik seperti itu," tegas Mensesneg. Ia menambahkan bahwa seluruh program kementerian dan lembaga rutin diawasi melalui audit internal seperti BPKP.
3. Bantah Isu Reshuffle Kabinet
Di tengah gonjang-ganjing politik, Prasetyo Hadi meluruskan spekulasi yang beredar di masyarakat mengenai perombakan kabinet. Ia menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat sinergi antarlembaga, bukan mengganti jajaran menteri.
"Belum ada reshuffle dan tidak ada rencana reshuffle. Justru yang kita perlukan sekarang adalah saling koordinasi yang erat dan intens," ungkapnya.
4. Alasan Penunjukan Bu Nanik Memimpin Badan Gizi Nasional (BGN)
Mensesneg juga membeberkan alasan strategis di balik penunjukan Bu Nanik sebagai Kepala BGN yang baru. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, ada dua pertimbangan utama:
Beliau telah mengemban amanah sebagai Wakil Kepala BGN selama beberapa bulan, sehingga dianggap sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses dan kegiatan di BGN.
Beliau dinilai sangat ketat (strict) dan tegas terhadap kedisiplinan manajemen SOP, serta dalam menjaga kualitas makanan yang disajikan.
Secara administrasi, Bu Nanik bersama dua wakil barunya sudah sah menjadi pimpinan sejak keputusan presiden ditetapkan, namun pelantikan resmi baru akan digelar minggu depan agar mereka dapat fokus melakukan proses perbaikan di internal BGN terlebih dahulu.
5. Respons Terhadap Kurs Rupiah dan Kunjungan ke Danantara
Terkait pergerakan nilai tukar Rupiah, Mensesneg menyatakan bahwa Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan OJK terus berkoordinasi secara intensif untuk memonitor situasi. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap yakin karena fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat, tercermin dari pertumbuhan ekonomi dan angka inflasi yang tetap terjaga.
Selain itu, ia juga menjelaskan rutinitas Presiden yang kerap berkunjung ke Danantara selaku pelaksana program prioritas. Dalam kunjungan terbaru, Presiden menerima paparan mengenai implementasi teknologi, kerja sama robotik, serta pengembangan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) guna mempercepat penguasaan teknologi yang dibutuhkan oleh bangsa. (Tita Aurelia Pitaloka)
Editor : Bahana.