Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemprov DIY Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6 Persen, Meski Belanja Pemerintah Lesu, Ekspor dan Investasi Jadi Andalan

Fahmi Fahriza • Senin, 25 Mei 2026 | 21:13 WIB
Ilustrasi pelemahan ekonomi.
Ilustrasi pelemahan ekonomi.

JOGJA – Pemprov DIY tetap optimistis target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2026 dapat tercapai meski di tengah perlambatan belanja pemerintah dan ketidakpastian geopolitik global.

Optimisme itu ditopang tren positif ekspor, investasi, serta pertumbuhan ekonomi DIy triwulan I 2026 yang mencapai 5,84 persen secara tahunan.

Sekrpov DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, sejumlah indikator ekonomi masih menunjukkan tren positif, terutama pada sektor ekspor dan investasi yang diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. "Ya Insya Allah masih optimistis itu bisa tercapai," katanya, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Ormas Bubarkan Ibadah Jemaat Gereja Misi Sejahtera di Sewon, Pihak Gereja Klaim Kantongi SKTL dari Kanwil Kemenag DIY

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi dipengaruhi sejumlah komponen utama seperti belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, investasi, hingga ekspor dan impor. Meski diakui, bahwa kondisi belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat saat ini belum sepenuhnya kuat.

Namun, dia menaruh harapan besar pada peningkatan investasi serta kinerja ekspor.

"Sekarang misal belanja pemerintah kecil, belanja masyarakat kecil, ya harapan besar kita investasi sama ekspor. Pertumbuhan ekspor kita cukup bagus,"  ujarnya.

Meski demikian, ia tidak menampik adanya tantangan global yang dapat memengaruhi capaian ekonomi daerah, terutama karena sebagian pasar ekspor DIY berada di Amerika Utara dan Eropa.

Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Buat Deklarasi Tolak Segala Bentuk Kekerasan di Kampus

"Cuman kita berdoa saja, karena ekspor kita tinggi kan ada di Amerika, di Kanada, ada yang di negara-negara Eropa," ucapnya.

Saat ditanya terkait pengaruh gejolak geopolitik global terhadap perekonomian daerah, Made mengakui faktor tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah. Optimisme tersebut sejalan dengan capaian ekonomi DIY pada triwulan pertama 2026 yang menunjukkan pertumbuhan positif. 

Berdasarkan data BPS DIY, perekonomian DIY selama triwulan I 2026 tercatat mencapai Rp 55,34 triliun berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku.

Baca Juga: Buntut Kebocoran Gas, DLH Sleman Minta Pabrik Es Pasang Amonia Detektor Sebelum Kembali Beroperasi

Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih menyebut, pertumbuhan ekonomi DIY secara tahunan mencapai 5,84 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara secara kuartalan, ekonomi DIY tumbuh 0,87 persen dibanding triwulan IV 2025.

"Ada beberapa lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, seperti penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 11,59 persen, lalu jasa lainnya sebesar 10,34 persen, dan konstruksi sebesar 7,60 persen," katanya.

Sektor pertanian, industri pengolahan, penyediaan akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, serta konstruksi menjadi penopang utama ekonomi DIY dengan kontribusi gabungan mencapai 53,60 persen terhadap PDRB.

"Penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sumber pertumbuhan terbesar dari sisi produksi dengan kontribusi sebesar 1,13 persen,"  ujarnya.

Baca Juga: DJI Minta Posisi Jamu Tak Disalahartikan, Bisa Jadi Pendamping Obat dengan Aturan Tertentu

Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen tercatat mengalami pertumbuhan positif. Pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT) dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) masih menjadi penyumbang utama terhadap struktur PDRB DIY.

Kontribusi PKRT tercatat sebesar 60,91 persen, sementara PMTB mencapai 33,12 persen. Adapun pertumbuhan tertinggi berasal dari konsumsi pemerintah sebesar 20,08 persen, disusul LNPRT sebesar 9,11 persen, PMTB sebesar 7,35 persen, dan PKRT sebesar 5,02 persen.

"Pengeluaran konsumsi rumah tangga jadi sumber pertumbuhan terbesar dari sisi pengeluaran sebesar 2,66 persen. Peningkatan konsumsi masyarakat ini didorong faktor musiman, salah satunya Ramadan dan Idul Fitri lalu," tuturnya. (iza/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Pemprov DIY #ekspor #Optimistis #investasi #pertumbuhan ekonomi