MUNGKID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang terus berupaya mengejar akurasi data pemilih. Teranyar, KPU melakukan sambungan telepon video dengan warga Kabupaten Magelang yang tengah berada di Jeddah, Arab Saudi dan Moskow, Rusia. Hal itu untuk memastikan daftar pemilih benar-benar sesuai kondisi riil.
Pada triwulan II 2026, KPU Kabupaten Magelang kembali menggelar Pencocokan dan Penelitian Terbatas (coktas) sebagai bagian dari pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB). Tiga wilayah di Kecamatan Mungkid, yakni Desa Bumirejo, Desa Rambeanak, dan Kelurahan Mendut dipilih sebagai lokasi pengambilan sampel secara acak.
Dalam kegiatan itu, ada satu persoalan dalam pendataan pemilih. Yakni mobilitas warga yang tinggi, terutama ke luar negeri. Satu temuan muncul dari data atas nama Agus Fitriyanto yang tercatat sebagai pemilih, namun diketahui sedang bekerja di Jeddah, Arab Saudi.
Untuk memastikan statusnya, petugas tidak hanya mengandalkan keterangan keluarga. Petugas pun memilih untuk menghubungi Agus melalui panggilan video WhatsApp. Dari layar ponsel, Agus mengonfirmasi jika dirinya memang masih berada di luar negeri dan belum kembali ke Indonesia.
Verifikasi ini sekaligus memastikan statusnya tetap sebagai pemilih luar negeri, sehingga tidak tercatat ganda dalam daftar pemilih dalam negeri. "Pendekatan seperti ini menurut saya bagus, karena benar-benar memastikan data sesuai kondisi sebenarnya," ujar Agus dalam sambungan tersebut.
Agus mengaku pada pemilu sebelumnya sempat terdaftar di dua kategori sekaligus. Sehingga proses verifikasi langsung dinilai penting untuk mencegah duplikasi data.
Kasus berbeda ditemukan pada Robiah Nur'aini. Perempuan yang sebelumnya menempuh studi magister di Moskow, Rusia itu tercatat sebagai pemilih luar negeri pada Pemilu 2024. Namun, saat tim coktas mendatangi rumahnya di Dusun Saragan, diketahui ia telah kembali ke Magelang sejak sekitar satu setengah tahun lalu.
Perubahan status seperti ini menjadi satu tantangan dalam menjaga akurasi data pemilih. Tanpa pembaruan berkala, data yang digunakan dalam pemilu berisiko tidak relevan dengan kondisi faktual di lapangan.
Baca Juga: Video Gengster yang Viral di Magelang Ternyata Rekaman Lama, Gabungan dari Beberapa Kejadian
Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Magelang Siti Nurhayati mengatakan, coktas merupakan instrumen penting untuk memastikan daftar pemilih selalu mutakhir.
Terutama bagi warga dengan mobilitas tinggi, baik karena pekerjaan maupun pendidikan di luar negeri. "Verifikasi tidak cukup hanya melalui keluarga. Jika memungkinkan, kami lakukan langsung kepada yang bersangkutan, termasuk melalui sarana digital," jelasnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo