Ketua Umum Pengurus Pusat HIMPSI Andik Matulessy mengatakan, kongres yang dijadwalkan terselenggara pada 16–18 Oktober 2026 itu akan mengusung tema
“Psikologi dalam Aksi: Merajut Keberagaman dan Membangun Ketangguhan Bangsa dalam Kompetisi Global”. Tema tersebut mencerminkan komitmen psikolog dalam menjawab tantangan bangsa.
Baca Juga: PPPK Sleman Ditemukan Tewas dengan Sayatan di Leher, Polisi Sebut Tak Ada Sidik Jari pada Pisau
“Khususnya dalam aspek penguatan kesehatan mental masyarakat, pembangunan karakter dan resiliensi, serta pengembangan sumber daya manusia di era globalisasi,” ujar Andik dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).
Dia menyatakan bahwa, HIMPSI sudah menyelenggarakan sejumlah rangkaian pra kegiatan. Salah satunya dengan melakukan audiensi bersama dengan Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X pada 8 Mei 2026 lalu.
Kemudian juga ada sejumlah rangkaian kegiatan road to congress yang melibatkan tokoh nasional. Seperti dengan Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut (Dispsial) untuk melakukan audiensi dengan GKR Hemas di lingkungan Keraton Yogyakarta.
Audiensi tersebut bertujuan untuk membahas rencana seminar nasional kepemimpinan perempuan.
Sekaligus soft launching buku berjudul Kesehatan Mental Wanita Penjaga Perdamaian Dunia yang ditulis oleh Letkol Laut (KH/W) Dr. Dewi Nurnindyah dan Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental dan penguatan peran perempuan di era modern,” terang Andik.
Baca Juga: Rumah Warisan Budaya Dr Sardjito Bakal Dijual, Ini Respons Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo
Kongres XV HIMPSI yang diselenggarakan di Yogyakarta juga mendapat dukungan oleh dunia olahraga. Ketua Umum Asosiasi World Muaythai Indonesia (AWMI) Dewanto P. Siregar menilai ilmu psikologi memiliki irisan penting dengan olahraga bela diri.
Sebab menurutnya atlet, wasit, maupun juri muaythai sangat perlu untuk mendapatkan pendampingan psikologi guna membangun mentalitas juara.
“Kolaborasi dengan pakar psikologi sangat dibutuhkan untuk memperkuat ketangguhan mental serta karakter para praktisi muaythai agar siap bersaing di kancah internasional,” sebut Dewanto. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita