Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terapi Aktivitas Kelompok  Penyandang Disabilitas di Pantai Cemara Sewu, Bantul; Dikemas Berbagai Permainan, Diikuti dari Usia 18 Tahun hingga Lansia

Cintia Yuliani • Jumat, 15 Mei 2026 | 06:00 WIB
Foto: Cintia Yuliani/Radar Jogja
PERCAYA DIRI: Sebanyak 115 PPKS dari BRTPD Dinas Sosial DIY mengikuti berbagai permainan dalam kegiatan outbound di Pantai Cemara Sewu Parangtritis, Bantul. (Foto: Cintia Yuliani/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, dan interaksi  bagi para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Dinas Sosial DIY mengadakan bimbingan terapi aktivitas kelompok.

Kegiatan dikemas dalam bentuk outbound yang dipusatkan di Pantai Cemara Sewu, Parangtritis, Kretek, Bantul.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari kegiatan bimbingan fisik, mental, spiritual dan bimbingan sosial," jelas Kepala Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas DIY Lilis Sulistyowati di Pantai Cemara Sewu pada Rabu (13/5/2026).

Kegiatan diikuti sebanyak 115 PPKS dari BRTPD Dinas Sosial DIY.

Mereka berusia mulai 18 tahun hingga lanjut usia (lansia). Terapi aktivitas kelompok diwujudkan melalui berbagai permainan. Biasa dilakukan dalam kegiatan outbound.

Baca Juga: Patroli Wisata Prambanan, Sat Samapta Polresta Sleman Perkuat Keamanan Kawasan Candi

Para peserta diajak bekerja sama dalam kelompok-kelompok outbound.

Dari acara itu juga bertujuan meningkatkan fungsi sosial mereka. Para peserta dilatih berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada teman-temannya.

"Kemudian juga bisa membangun tim untuk bisa bekerja sama antar PPKS," katanya.

Kegiatan  dibagi menjadi dua jenis. Untuk PPKS non-lansia berusia 18 hingga 59 tahun, kegiatan berupa permainan kelompok seperti menyusun sedotan, estafet pipa paralon, cantel caping, dan lainnya.

Sedangkan lansia penyandang disabilitas, dengan aktivitas rutin yang biasa dilaksanakan di balai setiap Selasa dan Sabtu.

Menyanyikan lagu-lagu nostalgia. Bedanya, kali ini kegiatan dilakukan di luar ruangan. Ditemani pemandangan ribuan pohon cemara dan suara deburan ombak yang memberikan suasana menenangkan.

"Lagu-lagu yang mereka bisa nyanyikan untuk menumbuhkan semangat dan rasa kebahagiaan," katanya.

Melalui kegiatan ini diharapkan para PPKS dapat menjalani hidup dengan ikhlas. Penuh rasa percaya diri.

Mereka juga bisa bernostalgia lewat lagu-lagu yang dinyanyikan sehingga mampu menumbuhkan semangat dalam diri mereka.

Setelah kegiatan selesai, para peserta  diharapkan dapat menjalani hari-hari selanjutnya dengan meningkatkan ibadah. Memiliki semangat mengerjakan hal-hal yang masih bisa mereka lakukan.

Baca Juga: Kapolres Gunungkidul Motivasi Siswa SMAN 1 Wonosari: Gas Pol Prestasi, Rem Pakem Kenakalan

Menurut Lilis, kegiatan di luar ruangan ini penting karena sebelumnya para PPKS jarang melakukan aktivitas di luar balai.

Sehari-hari mereka hanya beraktivitas di lingkungan balai. Mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur.

Dengan adanya bimbingan aktivitas kelompok ini, para peserta diajak melakukan kegiatan di luar ruangan agar bisa menikmati perjalanan dari balai menuju pantai menggunakan kendaraan.

Karena ada juga peserta yang jarang bahkan belum pernah naik kendaraan. Selain itu, mereka juga dapat menikmati suasana terbuka.

Melakukan berbagai aktivitas bersama. "Kegiatan di ruang terbuka ini agar mereka bisa refreshing agar nanti tumbuh semangat," tuturnya.

Foto: Cintia Yuliani/Radar Jogja
Anggota Komisi D DPRD DIY Arni Tyas Palupi mendukung kegiatan itu dalam rangka penyegaran. (Foto: Cintia Yuliani/Radar Jogja)

Penyandang disabilitas yang mengikuti kegiatan ini tampak terhibur dengan berbagai permainan.
Kekompakan mereka terlihat saat bernyanyi dan menari. Didukung suasana angin sepoi-sepoi, deburan ombak, serta pemandangan deretan pohon cemara.
Acara itu juga dihadiri Anggota Komisi D DPRD DIY Arni Tyas Palupi. Dia mengatakan, kegiatan seperti ini penting sebagai sarana penyegaran kejiwaan.
Menurutnya, berada terus-menerus di dalam ruangan dapat menimbulkan rasa jenuh dan bosan. Tidak hanya bagi penyandang disabilitas tapi juga bagi semua orang.
 "Dengan program seperti outbond ini, Isya Allah nanti bisa mendapatkan kesegaran rohani bagi teman-teman disabilitas di panti," tuturnya.

Baca Juga: Unggul Head to Head, PSIM Jogja Incar Kemenangan di Laga Kandang Terakhir Kontra Madura United di SSA Bantul

Terkait peran DPRD DIY dalam mendukung PPKS penyandang disabilitas, Arni mengatakan, akan terus mengawal regulasi, anggaran, dan mengawasi pelaksanaannya di lapangan.

Regulasi harus memberikan kejelasan terkait kebutuhan penyandang disabilitas, termasuk jenisnya sesuai kondisi masing-masing. 

Selain itu, dewan mempertimbangkan kebutuhan anggaran per individu. Memastikan pelaksanaannya sesuai kebutuhan para penyandang disabilitas di panti.

"Harapan, kegiatan ini bisa menjadi rutin diadakan. Minimal enam bulan sekali, setahun dua kali," pintanya.

Diingatkan, kegiatan tidak perlu dilakukan terlalu sering. Sebab, para pendamping juga harus menangani berbagai kondisi penyandang disabilitas.

 Namun, jika dilaksanakan enam bulan sekali, sudah cukup memberikan penyegaran. Semangat baru bagi para peserta untuk memperbaiki hidup dan menata masa depan.

Arni menambahkan, pembahasan anggaran dibahas di tingkat komisi. Anggaran untuk mendukung kebutuhan teman-teman penyandang disabilitas di panti diharapkan dapat terus meningkat setiap tahun.

Dimanfaatkan semaksimal mungkin. "Kemudian mereka punya kepercayaan diri untuk apapun cita citaku apapun aku mampu meraih," tandasnya. (cin/kus)

Editor : Herpri Kartun
#dinas sosial #PPKS #Disabilitas #pantai cemara sewu