JOGJA - Teka-teki sosok yang akan mengisi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja mulai muncul meskipun belum ada pengumuman resmi. Setelah melalui rangkaian seleksi yang ketat, bursa calon orang nomor satu di jajaran ASN Pemkot Jogja itu dikabarkan telah mengerucut pada tiga nama besar.
Salah satu sumber di Balai Kota Jogja mengungkapkan, nama-nama calon sekda yang lolos seleksi dan masuk tiga besar di antaranya Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Jogja Ignatius Trihastono, Kepala Satpol PP Kota Jogja Octo Noor Arafat, dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja Budi Santosa Asrori.
Sumber tersebut mengungkapkan, Octo kemungkinan memiliki peluang paling besar karena memiliki skor tertinggi dalam serangkaian tes. Sebagaimana diketahui, dalam seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama itu ada empat tahapan tes.
Baca Juga: BPS Kulon Progo Lakukan Sensus Ekonomi 2026 Sasar Pelaku Usaha Kecil Hingga Besar
Di antaranya seleksi administrasi, seleksi kompetensi manajerial dan sosio kultural, uji gagasan tertulis, dan uji gagasan lisan. Setiap tahapan dilakukan penilaian tim panitia seleksi (pansel). Tim pansel melibatkan Sekprov DIY serta akademisi dari perguruan tinggi negeri dan swasta.
Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Jogja Sarwanto mengaku belum mengeluarkan pengumuman resmi tiga besar nama calon sekda.
“Belum mas (ada pengumuman resmi tiga nama calon sekda),” ujar Sarwanto dalam pesan singkatnya,” Rabu (6/5/2026).
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat pelantikan pengawas, kepala puskesmas, direktur dan dewan pengawas badan usaha milik daerah (BUMD) di Sungai Winongo Selasa (28/4/2026) mengungkap nominasi tiga nama besar calon sekda akan dimunculkan pada Mei ini.
Jauh sebelum itu, Bupati Kulon Progo 2011-2019 itu memberi penekanan kepada calon sekda untuk memberi warna baru di birokrasi Pemkot Jogja. Sekaligus wajib mampu menyelesaikan berbagai masalah di Kota Jogja.
Baca Juga: Pemkot Jogja Kumpulkan Orang Tua Korban Daycare, Tuntut Restitusi dari Yayasan Little Aresha
Baik itu permasalahan di sumbu filosofi, Malioboro, kemacetan, hingga pariwisata tanpa didikte kepala daerah.
“Nominasi-nominasi yang ada kita tunggu dulu. Paling Mei awal baru muncul nominasi. Nanti kita lihat, mungkin bisa Mei akhir atau bahkan Juni. Ya kita lihat progresnya,” kata Hasto. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita