MUNGKID - Pemkab Magelang masih mengkaji langkah efisiensi anggaran di berbagai sektor, termasuk kemungkinan penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan itu dipastikan tidak akan mengorbankan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan, WFH menjadi bagian dari semangat efisiensi. "Tapi yang utama adalah bagaimana pelayanan tetap berjalan dan tidak berdampak ke masyarakat," ujarnya, Rabu (8/4).
Karena itu, lanjut dia, pendekatan yang digunakan bukan sekadar penghematan anggaran. Melainkan berbasis pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Tragedi di Babarsari, Polisi Sebut Satu Orang Meninggal Dunia, Dua Pelaku Telah Ditangkap
Selain WFH, pemerintah daerah juga mulai mengidentifikasi pos anggaran lain yang bisa ditekan, terutama kegiatan yang bersifat seremonial. Dia menyebut, kegiatan-kegiatan itu selama ini menyerap anggaran cukup besar, namun tidak berdampak langsung terhadap masyarakat.
Langkah ini, katanya, diyakini tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga meningkatkan efektivitas program pemerintah daerah. "Yang sifatnya seremonial akan kita kurangi. Anggaran akan dialihkan ke kegiatan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat," tegasnya.
Grengseng menambahkan, pengurangan kegiatan seremonial juga diperkirakan berdampak pada efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan biaya operasional lainnya. Aktivitas perjalanan dinas dan rapat-rapat tatap muka yang berkurang otomatis menekan pengeluaran rutin.
Baca Juga: Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas
Meski demikian, dia memastikan, penghematan ini tidak akan mengurangi kualitas koordinasi antarinstansi. Terkait kemungkinan penerapan WFH setiap hari Jumat, Grengseng menegaskan, kebijakan tersebut tidak akan diikuti dengan penambahan hari libur akhir pekan.
Grengseng menegaskan, efisiensi yang sedang dirancang bukan sekadar pemangkasan anggaran, melainkan penataan ulang agar setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kita ingin efisien, tapi tidak boleh mengurangi dampak pelayanan kepada masyarakat," paparnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo