Langkah ini sekaligus menjadi fondasi menuju kesinambungan pembangunan periode berikutnya di tengah berbagai tantangan seperti kemiskinan dan ketimpangan wilayah
Sesuai dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2022-2027 untuk mewujudkan Pancamulia masyarakat Jogja melalui Reformasi Kalurahan, Pemberdayaan Kawasan Selatan dan Pembangunan Budaya Inovasi serta Pemanfaatan Teknologi.
"Visi Pak Gubernur dan Wakil Gubernur dijabarkan dalam empat misi utama yang menekankan peningkatan kualitas hidup masyarakat, pemberdayaan wilayah, penguatan inovasi dan teknologi, serta pelestarian lingkungan dan budaya,"ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY Danang Setiadi saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2026).
Arah pembangunan DIY itu didasarkan pada evaluasi capaian pembangunan hingga tahun 2025. Selain itu juga diselaraskan dengan kebijakan nasional dalam RKP 2027 dan RPJMN 2025–2029.
"Tahun 2027 menjadi momentum untuk menuntaskan target pembangunan lima tahunan, tetapi juga sebagai fondasi awal kesinambungan pembangunan periode berikutnya," bebernya.
Beberapa tantangan yang perlu diselesaikan di antaranya masalah kemiskinan yang masih berada di atas rata-rata nasional.
Kemudian ketimpangan antarwilayah khususnya antara kawasan utara dengan Kalasan serta meningkatnya tekanan terhadap lingkungan hidup.
"Aspek ekonomi, DIY menunjukkan tren pertumbuhan yang relatif stabil," bebernya.
Ia melihat potensi besar di DIY dapat ditemukan pada sektor jasa, pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan, dan UMKM.
Potensi tersebut dinilai mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas apabila dikelola secara optimal.
"Ke depan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya diarahkan pada peningkatan angka pertumbuhan semata, tetapi juga pada peningkatan produktivitas, penciptaan nilai tambah, serta perluasan lapangan kerja," ucapnya.
Pembangunan ekonomi, lanjutnya, didorong untuk lebih adaptif terhadap transformasi digital dan inovasi.
Hasil pembangunan harus dipastikan bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengurangan kemiskinan dan ketimpangan, peningkatan akses terhadap layanan dasar, serta penguatan peran UMKM dan kelompok rentan.
"Pengelolaan sumber daya dilakukan secara bijak, pengendalian pencemaran, serta peningkatan ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim menjadi bagian penting dari arah kebijakan ini," paparnya.
Upaya dan rencana pembangunan itu untuk mewujudkan Pancamulia. Suatu kondisi kemuliaan hidup masyarakat yang ditandai dengan menurunnya kemiskinan, meningkatnya kualitas sumber daya manusia, berkurangnya ketimpangan, meningkatnya kesejahteraan ekonomi,serta terciptanya lingkungan yang aman dan berkelanjutan.
Terdapat enam prioritas pembangunan yang akan dilakukan pada tahun 2027. Di antaranya penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penurunan ketimpangan antar kelas sosial dan antar wilayah, peningkatan kehidupan ekonomi yang layak, peningkatan kualitas lingkungan hidup yang lebih baik, aman, dan tenteram, serta penguatan tata kelola pemerintahan (good governance).
"Pelaksanaan prioritas tersebut akan diperkuat melalui empat intervensi strategis, yakni pemberdayaan Kawasan Selatan, reformasi kalurahan, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta pengembangan budaya inovasi," tuturnya. (oso)
Editor : Winda Atika Ira Puspita