Pemkot Magelang mulai memetakan arah pembangunan pada 2027. Seperti pemberdayaan sumber daya alam (SDM) hingga ekonomi inklusif. Pemetaan tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota yang digelar di Pendopo Pengabdian, Selasa (31/3).
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan, arah kebijakan 2027 tidak lagi bisa bersifat umum, tetapi harus menyasar persoalan mendasar, terutama ekonomi dan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, sektor perdagangan dan jasa masih menjadi tulang punggung yang perlu diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kota.
Selain itu, isu ketimpangan juga masuk dalam prioritas, seiring kebutuhan untuk memastikan pembangunan tidak hanya tumbuh, tetapi juga merata.
"Peningkatan kontribusi PDRB dari sektor perdagangan dan jasa, daya saing SDM, hingga kesempatan kerja menjadi fokus utama," ujarnya.
Dalam forum tersebut, lanjut dia, pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pendekatan yang digunakan bukan hanya mengandalkan pemerintah, tetapi melibatkan dunia usaha, akademisi, masyarakat, hingga media.
Konsep ini dikenal sebagai pendekatan hexahelix, yang dinilai menjadi kunci agar program pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri. "Semua pihak harus terlibat, tidak bisa hanya pemerintah saja," kata Damar.
Baca Juga: Teras Malioboro Beskalan Tetap Buka Pasca-insiden Septic Tank, Area Terdampak Dipagari Sementara
Dia menyebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,16 persen pada 2027. Angka kemiskinan diharapkan berada di kisaran 4,70 hingga 5,09 persen, dengan tingkat pengangguran terbuka sekitar 4,04-4,52 persen.
Kepala Bapperida Kota Magelang Handini Rahayu menyebut, target itu disusun dengan mempertimbangkan berbagai indikator pembangunan, termasuk peningkatan kualitas SDM dan infrastruktur. Namun, capaian angka-angka tersebut tentu bergantung pada implementasi program di lapangan.
Selain ekonomi dan SDM, pembangunan 2027 juga diarahkan pada penguatan infrastruktur yang lebih inklusif, serta perhatian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan. Isu ini menjadi penting di tengah perubahan iklim dan dinamika harga kebutuhan pokok yang kerap memengaruhi daya beli masyarakat.
Baca Juga: Segera Gelar Perkara, Polresta Sleman Akan Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi BUKP Tempel
Handini menambahkan, pemerintah juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sosial sebagai fondasi pembangunan, termasuk melalui penguatan harmoni di tengah masyarakat.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang Larsita menjelaskan, meski berbagai rencana dan target telah dipaparkan, tantangan utama tetap berada pada tahap pelaksanaan.
Musrenbang menjadi langkah awal untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, namun efektivitasnya akan ditentukan oleh konsistensi kebijakan dan pengawasan di lapangan. (aya)
Editor : Heru Pratomo