JOGJA - Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mendukung penuh penyelenggaraan JBM. Tak hanya anggaran, namun juga dikolaborasi dengan program lainnya. Di antaranya, JBM dapat disinergikan dengan One Sister One University dan Bule Mengajar. Kolaborasi dengan program pemberdayaan masyarakat lewat kerja sama pemerintah dengan universitas dapat memberikan materi pembelajaran dan pendampingan yang lebih berkualitas.
“Kami akan tandem dengan perguruan tinggi. Karena itu juga menjadi bagian untuk memberikan suatu insight kepada masyarakat agar ada pola pikir baru dan kedisiplinan yang baru,” ujar Hasto
Wali kota mengisyaratkan, pemkot mendukung program JBM dengan anggaran yang mumpuni. Dia sudah memerintahkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyusun alokasi anggaran secara spesifik pada 2026 dan 2027 untuk program JBM.
Orang nomor satu di Pemkot Jogja itu ingin program-program pemerintah tidak hanya berkutat pada pembangunan infrastruktur. Namun ada sentuhan noninfrastruktur seperti budaya, pendidikan, dan toleransi keberagaman. “Semua itu juga menjadi hal krusial,”ingatnya.
Melalui dukungan penuh terhadap JBM, Hasto ingin tercipta lingkungan sosial yang tak hanya cerdas secara akademik. Tapi juga memiliki ketahanan budaya dan toleransi yang kuat. “Saya masih merasa banyak kegiatan yang perlu disentuh, namun belum kami sentuh. Budaya dan pendidikan harus menjadi perhatian,” tegas Hasto. (*/inu/kus)
Editor : Herpri Kartun