Kinerja pengelolaan anggaran Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul pada Tahun Anggaran 2025 tercatat cukup solid. Dari total pagu anggaran sebesar Rp 23,62 miliar, realisasi anggaran mencapai Rp 22,30 miliar atau setara 94,42 persen.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, capaian tersebut mencerminkan optimalisasi pelaksanaan program dan kegiatan yang dijalankan sepanjang 2025.
“Realisasi ini menunjukkan sebagian besar program berjalan sesuai perencanaan dan mampu mendukung target pembangunan sektor pertanian dan pangan,” ujarnya saat ditemui di gedung Pemkab Gunungkidul pada Kamis, (22/1/2026).
Berdasarkan laporan realisasi anggaran per subkegiatan, kata dia, hampir seluruh program mencatat serapan di atas 90 persen.
Ia menyebut, program penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian menjadi salah satu yang tertinggi dengan realisasi 98,86 persen. Kemudian, disusul program penyediaan dan pengembangan sarana pertanian sebesar 98,82 persen.
“Untuk peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat dengan tahun lalu pagu anggaran kami di Rp 2.296.240.000 terealisasi Rp 2.075.453.513 atau 90,38 persen,” paparnya.
Baca Juga: Bukti Sukses Bisnis Pertanian, Petani Sukoharjo Berhasil Raup Untung
Selain itu, Program Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian juga menunjukkan kinerja tinggi dengan realisasi 99,44 persen.
Bahkan, Program Penanganan Kerawanan Pangan yang mencakup koordinasi dan sinkronisasi tercatat terealisasi hampir sempurna, yakni 100 persen. “100 persen ini
dari pagu Rp 1.250.000 terserap hampir sempurna yakni Rp 1.249.970,” tegasnya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raharjo Yuwono menambahkan, capaian keuangan yang tinggi juga diikuti dengan kinerja program yang cukup baik.
Ia mengaku, capaian kinerja DPP Gunungkidul 2025 berada di angka 82,65 persen. Jika dirata-rata dengan capaian keuangan, lanjut dia, nilainya mencapai 88,54 persen dan masuk kategori tinggi.
Kendati demikian, Raharjo mengakui masih ada beberapa program yang realisasinya belum maksimal. Salah satunya Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat yang tercatat terealisasi 90,38 persen.
“Ini menjadi bahan evaluasi agar pada tahun berikutnya perencanaan dan pelaksanaan bisa lebih optimal,” imbuhnya. (bas)
Editor : Heru Pratomo