KEBUMEN - Program bagi hasil Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Ba Balik Nama Kendaraa Bermotor (BBNKB) membawa keuntungan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen. Dari hasil opsen selama 2025 yang mencapai Rp 80,5 miliar, pemkab mampu membiayai berbagai program pembangunan daerah.
Kepala Samsat Kebumen Budi Prasetyo mengungkapkan, adanya kebijakan opsen PKB serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) membawa dampak positif bagi daerah.
Oleh karena itu, pihaknya bersama pemkab terus menyamakan persepsi agar capaian dari dua sumber pendapatan tersebut optimal. "Setiap bulan kami ada evaluasi bagaimana tingkat kepatuhan," ucapnya kepada Radar Jogja, Senin (5/1).
Budi menyebut, perolehan opsen pajak kendaraan bermotor pada tahun 2025 mencapai Rp 56,5 miliar. Sedangkan realisasi dari BBNKB sendiri senilai Rp 24 miliar.
Dia menerangkan, meski belum memenuhi target 100 persen, capaian dua kran pendapatan daerah ini telah menunjukkan progres positif ketimbang tahun sebelumnya. "Sampai akhir Desember, dari 37 Samsat, itu yang target 100 persen baru 12 Samsat. Kami sudah mendekati 100 persen," ucapnya.
Diterangkan, mekanisme penerimaan opsen pajak maupun BBNKB tidak tertahan di samsat, melainkan langsung masuk ke rekening kas daerah.
Artinya setiap masyarakat yang melakukan transaksi, uang yang disetorkan menjadi bagian dari pendapatan asli daerah. "Itu uang langsung masuk ke RKUD. Sudah otomatis," jelasnya.
Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kebumen Aden Andri Susilo menyatakan, perolehan opsen pajak kendaraan berguna untuk membiayai berbagai program pembangunan daerah.
Menurutnya pemkab cukup terbantu seiring berlakunya pungutan opsen pajak kendaraan. "Hasil opsen buat infrastruktur, sudah ada aturan mandatory spending," ucapnya.
Baca Juga: Libur Nataru, Ramai Wisatawan tapi Penjualan Walang Goreng Tak Ikut Naik
Di tahun 2026 ini, pemerintah daerah berharap pendapatan dari sektor opsen PKB dan BBNKB mampu menyentuh angka Rp 90 miliar. Dia juga mengajak agar masyarakat patuh bayar pajak karena dari uang pajak akan dikembalikan ke masyarakat melalui berbagai program.
"Kami merasa terbantu. Adanya opsen ada semacam support di tengah pengurangan anggaran," ujar Aden. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo