Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bukan Sekadar Administratif, Wali Kota Magelang Minta Camat dan Lurah Hadir di Tengah Warga

Naila Nihayah • Sabtu, 3 Januari 2026 | 05:05 WIB

 

Wali Kota Magelang saat menyampaikan arahan kepada camat dan lurah se-Kota Magelang di kawasan Taman Kyai Langgeng, Jumat (2/1).   
Wali Kota Magelang saat menyampaikan arahan kepada camat dan lurah se-Kota Magelang di kawasan Taman Kyai Langgeng, Jumat (2/1).  
 

MAGELANG - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan pentingnya peran camat dan lurah sebagai garda terdepan pemerintahan daerah. Terutama dalam merespons beragam persoalan warga yang semakin dinamis dan kompleks.

 

Menurutnya, keberhasilan kebijakan pemerintah daerah sangat ditentukan oleh kemampuan pimpinan wilayah dalam menerjemahkan kebijakan tersebut menjadi langkah konkret di tingkat akar rumput.

 

Damar menyampaikan, tantangan pembangunan perkotaan saat ini tidak lagi dapat diselesaikan dengan cara kerja yang kaku, sektoral, dan semata-mata administratif.

Permasalahan sosial mulai dari isu stunting, keamanan lingkungan, hingga kebersihan wilayah membutuhkan kepemimpinan yang adaptif dan mampu membangun kolaborasi lintas sektor.

 

"Di tangan mereka, kebijakan pemerintah harus bisa berubah menjadi tindakan nyata yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Damar di Taman Kyai Langgeng, Jumat (2/1).

 

Dia menilai, camat dan lurah memiliki posisi strategis bukan hanya sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan kepemimpinan yang persuasif, terbuka, dan partisipatif menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.

 Baca Juga: Saatnya Rotasi Meneer Van Gastel! PSIM Jogja Krisis Pemain Jelang Jamu Semen Padang

Damar juga menekankan pentingnya kehadiran pemimpin wilayah di tengah masyarakat, bukan sekadar secara fisik, tetapi juga secara emosional dan sosial.

Dengan mendengar aspirasi warga, membuka ruang dialog, serta mengajak masyarakat terlibat dalam mencari solusi, pemerintah dapat menghadirkan rasa keadilan dan keberpihakan yang nyata.

 

Lebih lanjut, Damar mendorong para camat dan lurah untuk mengembangkan pola kepemimpinan kolaboratif. Dia menyebut, penyelesaian masalah tidak bisa dilakukan secara sepihak atau individual.

 Baca Juga: Memberatkan ASN, Penambahan PDH Kemeja Biru Muda Melanggar Permendagri

Menurutnya, membuka akses data, memberi ruang bagi gagasan warga, serta mengelola perbedaan pendapat melalui dialog adalah bagian penting dari kepemimpinan yang sehat. Dia juga mengingatkan agar para camat dan lurah meninggalkan pola pikir ego sektoral.

 

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Magelang Anita Diah Lestari menambahkan, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan camat dan lurah.

Agar lebih adaptif dalam menghadapi perubahan, mampu membangun kerja sama lintas sektor, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkeadilan dan berpihak pada kebutuhan warga.

 

"Harapannya, camat dan lurah semakin siap menjadi pemimpin wilayah yang kolaboratif, responsif, dan mampu membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga," ujarnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#camat dan lurah #Magelang #dAMAR PRASETYONO #Taman Kyai Langgeng #wali kota