Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Sibuk Kerja, Kantor Kecamatan Magelang Tengah Buka Pelayanan hingga Malam Hari

Naila Nihayah • Jumat, 19 Desember 2025 | 14:55 WIB
Wali Kota Magelang saat menyerahkan honorarium untuk ketua RT/RW se-Kecamatan Magelang Tengah, Kamis (18/12).
Wali Kota Magelang saat menyerahkan honorarium untuk ketua RT/RW se-Kecamatan Magelang Tengah, Kamis (18/12).

MAGELANG — Kecamatan Magelang Tengah meluncurkan dua inovasi pelayanan publik yang dirancang untuk menjawab kebutuhan warga perkotaan yang semakin dinamis. Dua inovasi tersebut adalah Jam Ekstra Malam Hari (Jemari) dan Datang Membawa Administrasi Linmas Antar Cepat ke Masyarakat (Damai Lancar).

Camat Magelang Tengah Praditya Dedy Heryanto menjelaskan, Jemari lahir dari realitas sosial warga Kota Magelang. Yang mana sebagian besar bekerja hingga sore atau malam hari dan kesulitan mengurus administrasi pada jam kantor reguler.

Karena itu, Jemari hadir dan membuka layanan administrasi di luar jam kerja. "Ini solusi konkret bagi warga yang selama ini harus memilih antara bekerja atau mengurus dokumen," katanya di Pendopo Pengabdian, Kamis (18/12).

Melalui Jemari, warga pekerja tidak perlu meninggalkan pekerjaan atau kehilangan pendapatan harian. Selain itu, layanan ini juga memberi ruang yang lebih nyaman bagi kelompok rentan, seperti lansia dan penyandang disabilitas, untuk mengakses pelayanan publik.

Sementara itu, Damai Lancar mengusung konsep pelayanan jemput bola dengan mengantarkan dokumen administrasi langsung ke rumah warga. Inovasi ini memanfaatkan peran Satlinmas yang mengantarkan dokumen bersamaan dengan patroli rutin dan kegiatan komunikasi sosial.

"Warga tidak perlu bolak-balik ke kantor kecamatan atau kelurahan. Pelayanan menjadi lebih efisien dan proaktif," jelas Dedy.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyambut baik peluncuran dua inovasi tersebut. Dia berharap, inovasi itu dapat menjadi contoh praktik pelayanan publik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.

Inisiatif seperti ini, kata dia, menunjukkan bahwa pelayanan publik harus terus beradaptasi. "Bukan warga yang menyesuaikan diri dengan birokrasi, tetapi birokrasi yang mendekat ke warga," ujarnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Buka Sampai Malam #dokumen #Magelang Tengah #kecamatan