RADAR JOGJA - Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian terus menjadi perhatian Pemda DIY.
Bentuknya antara lain diwujudkan lewat kegiatan Pelatihan Keterampilan Kompetensi Tenaga Kerja kepada sejumlah petani di Kalurahan Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul.
Mereka dibekali keterampilan pengelolaan pertanian terpadu. Sekaligus pemasaran digital. “Harapannya agar mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil produksi pertanian mereka,” ucap Anggota Komisi D DPRD DIY Demas Kursiswanto saat menjadi narasumber di Balai Kalurahan Kedungpoh, pada Jumat (21/11/2025).
Selain petani, peserta pelatihan juga diikuti sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kalurahan tersebut. Pelatihan itu diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY.
Demas menjelaskan, penguatan SDM menjadi kunci untuk menciptakan kemandirian ekonomi keluarga petani. Dia menekankan pertanian terpadu yang menggabungkan tanaman, peternakan, hingga perikanan dalam satu sistem dapat membentuk simbiosis yang saling menguntungkan.
Pertanian tidak hanya untuk menanam tanaman. Tapi juga bisa mendukung peternakan dan perikanan. Kotoran ternak bisa diolah menjadi pupuk organik. Kemudian hasil panen dapat menjadi pakan ternak. Semuanya saling membutuhkan dan saling menguntungkan. kata ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul periode 2014-2019 ini.
“Tujuan kami mendorong peningkatan kemampuan masyarakat mengelola lahan pertanian,” kata ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul periode 2014-2019 ini.
Demas menambahkan, sistem pertanian terpadu memungkinkan keluarga petani memenuhi kebutuhan rumah tangga. Menghasilkan surplus untuk dijual. Namun peningkatan produksi harus dibarengi kemampuan pemasaran yang lebih modern.
Wakil rakyat yang tinggal di Dusun Tawarsari, Wonosari, Gunungkidul, itu mencontohkan, produk olahan seperti ceriping telo.
Produk penganan ringan memiliki nilai tambah bila dikemas dengan baik. Diberi branding menarik. Dengan pemasaran digital, produk lokal dinilai lebih mudah menjangkau konsumen di luar daerah.
“Selama ini petani menjual di lapak atau pasar. Sekarang dilatih bagaimana menjual melalui platform digital. Dengan digital marketing, hasil pertanian, peternakan, dan perkebunan bisa dikenal lebih luas,” lanjutnya.
Baca Juga: Pemain PSS Sleman Cleberson Souza Alami Cedera setelah Lawan Deltras FC
Kepala Seksi Pembinaan, Pelatihan, dan Standardisasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY Winarsih menjelaskan, pelatihan tenaga kerja saat ini dirancang berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Pendekatan dengan kerangka kompetensi.
Materi pelatihan keterampilan yang diberikan saling terkait. Dibutuhkan untuk mendukung satu bidang pekerjaan.
Dikatakan, saat ini sektor pertanian masih menyerap 19,41 persen tenaga kerja. Namuun tantangannya berat. Mulai dari keterbatasan lahan hingga persaingan pasar yang semakin ketat. Pelatihan berlangsung selama empat hari. Fokusnya soal pemasaran digital sebagai upaya memperluas akses pasar.
“Strategi pemasaran yang tepat dapat memperkuat daya saing. Memperkenalkan produk lokal hingga ke pasar regional dan nasional,” katanya.
Winarsih menilai, dengan pengetahuan digital marketing, peluang produk pertanian, dan kerajinan lokal menembus pasar bakal lebih terbuka. Itu berdampak positif bagi peningkatan perekonomi masyarakat.
Winarsih ingin petani tak hanya mampu memproduksi hasil pertanian yang baik. Tapi mereka juga menguasai cara mempromosikan dan menjual produk secara efektif.
Kolaborasi antara pertanian terpadu dan pemasaran digital dapat mendorong lahirnya kemandirian pelaku usaha desa dan meningkatkan kesejahteraan keluarga petani di DIY. (bas/kus)
Editor : Herpri Kartun