Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dewan Kaget, 77 Persen Anggaran di Disnaker Kebumen untuk Belanja Pegawai

Muhammad Hafied • Sabtu, 22 November 2025 | 03:02 WIB
Seketaris Fraksi PPP DPRD Kebumen Agung Nur Wahid.
Seketaris Fraksi PPP DPRD Kebumen Agung Nur Wahid.

 

 

 

 

KEBUMEN - DPRD Kebumen kaget dengan pembagian porsi anggaran pada Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker). Karena alokasi anggaran belanja pegawai pada dinas tersebut jauh lebih besar, ketimbang pos anggaran program dan kegiatan.

Seketaris Fraksi PPP DPRD Kebumen Agung Nur Wahid menyampaikan, dalam dokumen Raperda APBD Tahun 2026 dan laporan hasil Badan Anggaran (Banggar), tertulis rencana anggaran pada Disnaker Kebumen sebesar Rp 7,86 miliar.

Dari total anggaran ini Rp 6 miliar di antaranya ternyata hanya untuk komponen gaji dan tunjangan pegawai. "Bagi kami tidak logis. Anggaran program cuma secuil, malah habis buat ASN," ungkapnya, kepada Radar Jogja, Jumat (21/11).

Agung tak habis pikir, disnaker justru memasang porsi anggaran sebesar 77 persen hanya untuk kebutuhan pegawai. Sedangkan sisanya, 23 persen anggaran dipaksa untuk mencukupi berbagai program dan kegiatan selama setahun. "Ya tinggal dibagi saja, sisa Rp 1 miliar lebih. Belum potong pajak. Masyarakat mau dapat apa coba," tegasnya.

Kondisi ini, menurut Agung sebagai gambaran disnaker hanya mementingkan diri sendiri, tanpa memperhatikan kondisi masyarakat bawah. Padahal bagi Agung, disnaker mestinya punya peran strategis dalam penurunan angka pengagguran terbuka di Kebumen.

Agung menjelaskan, tingkat pengagguran di Kebumen pada 2024 masih di angka 5,07 persen. Kondisi ini menempatkan Kebumen masuk dalam 10 besar daerah dengan jumlah pengangguran tertinggi di Jawa Tengah.

Di satu sisi jumlah angkatan kerja juga terus melonjak setiap tahun. Tercatat pada 2024 ada 812 ribu lebih jumlah angkatan kerja di Kebumen.

Disnaker saat ini diminta untuk lebih bijak dan mawas diri dalam hal perecanaan dan pengelolaan aggaran. DPRD, kata Agung, ingin APBD yang bersumber dari uang rakyat juga dapat diakses seluas-luasnya untuk rakyat. "Kalau porsi anggaran 50:50 masih oke. Lah ini 70 persen lebih cuma buat pegawai," bebernya.

Kepala Disnaker Kebumen Cokro Aminoto belum merespon saat dikonfirmasi terkait adanya ketimpangan anggaran tahun depan. Sebelumnya, Banggar DPRD Kebumen sempat memberikan catatan porsi anggaran pada Dinsnaker Kebumen.

Banggar meminta dalam penentuan pagu anggaran setiap dinas disesuaikan dengan kebijakakan pembagunan. Selain itu melihat asas kelayakan serta kepatutan.

"Banggar melihat anggaran Disnaker untuk penurunan angka pengagguran sangat terbatas," jelas anggota Banggar DPRD Kebumen Adhitya Whisnu Bayu Aji. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#belanja pegawai #Cokro #agung #Kaget #pengangguran #kebumen #Banggar #gaji #Sekretaris Fraksi PPP #disnaker #DPRD #APBD #jawa tengah