MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang menggelar kegiatan bertajuk Mandala Magelang Strategic Learning di kompleks Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, 4-7 November 2025. Tujuannya untuk menyamakan visi, misi, dan langkah strategis antar pimpinan OPD di bawah kepemimpinan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Magelang Anita Diah Lestari mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi konsolidasi pemerintahan. Muaranya adalah keselarasan arah kerja seluruh OPD dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun prioritas pembangunan tahun 2026.
Baca Juga: Kecelakaan KA Bangunkarta di Prambanan, Tewaskan Tiga Orang, Enam Lainnya Luka-Luka Termasuk Balita
Anita menyebut, wali kota juga menginginkan seluruh kepala OPD memiliki persepsi dan arah yang sama. "Jadi framework dan tujuan yang akan dituju harus satu langkah, agar semua bergerak mendukung visi dan misi beliau," ujar Anita di kantornya, Selasa (4/11).
Menurutnya, kegiatan yang sering disebut sebagai 'retret' ini tidak sekadar pembekalan biasa, tetapi juga forum pembelajaran manajerial tingkat tinggi yang dirancang untuk membangun pola pikir kepemimpinan strategis di lingkungan birokrasi. Selama empat hari, para peserta akan mengikuti serangkaian sesi pembelajaran.
Baca Juga: Polisi Fokus Telusuri Motif Pembunuhan Rosita Istianingrum di Mejing Wetan, Dalami Rekaman CCTV
Sebanyak 32 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 29 kepala OPD eselon II dan 3 camat. Mereka akan mendapatkan berbagai materi pembelajaran dari Widyaiswara utama BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, yang telah berakreditasi unggul. Materinya pun beragam, mulai dari arah pembangunan Kota Magelang hingga entrepreneur leadership yang disinkronkan dengan Asta Cita Presiden.
"Jadi bagaimana para pemimpin daerah ini bisa berpikir kreatif, berinovasi, dan mampu merespons situasi yang tidak terduga," jelasnya.
Hari pertama kegiatan akan diawali dengan sesi khusus bersama wali kota, wakil wali kota, dan ketua DPRD Kota Magelang. Sesi ini satu di antaranya akan menyoroti pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam membangun tata kelola pemerintahan yang harmonis dan efektif. Sesi tersebut dinilai penting untuk memperkuat arah kebijakan ke depan.
Baca Juga: Libur Tetap Aktif, Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera Isi Waktu Luang dengan Gym dan Tenis
Dia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peningkatan kompetensi manajerial bagi para pimpinan perangkat daerah. Melalui pendekatan strategic learning, peserta dibagi ke dalam enam kelompok berdasarkan urusan dan tupoksinya masing-masing untuk mengerjakan studi kasus serta rancangan arah kebijakan di bidangnya.
Setiap peserta akan diminta menyusun dan mempresentasikan hasil pembelajarannya pada hari terakhir di hadapan wali kota. "Dari situ nanti terlihat bagaimana arah kebijakan dan strategi OPD mereka dalam mendukung visi pembangunan Kota Magelang," paparnya.
Meski seluruh pejabat eselon II mengikuti kegiatan ini, Anita memastikan, pelayanan publik di masing-masing instansi tidak terganggu. "Pelayanan tidak boleh berhenti. Sekarang kan sudah era digital. Kami bisa disposisi, tanda tangan, dan memantau pekerjaan dari mana saja," sambungnya.
Baca Juga: Dari CJIBF, 34 Investor Siap Investasi Senilai Total Rp5 Triliun di Jawa Tengah
Pemilihan lokasi di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah bukan tanpa alasan. Lembaga pelatihan tersebut telah memiliki fasilitas dan kapasitas pembelajaran aparatur dengan akreditasi unggul nasional. Selain itu, kegiatan ini dilakukan melalui skema pengiriman diklat manajerial, di mana pembiayaan diarahkan secara efisien agar berbanding lurus dengan hasil yang dicapai.
"Pak wali juga menekankan bahwa setiap rupiah yang digunakan harus punya output yang jelas. Jadi kegiatan ini tidak hanya sekadar perjalanan dinas, tetapi memang menghasilkan arah kebijakan dan strategi konkret bagi Kota Magelang," tegas Anita.
Dia berharap, melalui Mandala Magelang Strategic Learning ini, seluruh kepala OPD dan camat dapat menjadi motor penggerak perubahan birokrasi yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berorientasi hasil. Sehingga ampu menggerakkan organisasinya untuk mewujudkan Kota Magelang yang semakin maju dan berdaya saing. (aya)
Editor : Heru Pratomo